Max Verstappen mengakui Red Bull terlalu lambat dalam Sprint Silverstone, setelah pembalap Belanda itu turun dari posisi start ketiga dan finis keenam.
Verstappen memulai balapan dari baris kedua setelah hasil Sprint Qualifying yang lebih menjanjikan pada Jumat. Namun, kecepatan balap RB22 tidak cukup kuat untuk mempertahankan posisi ketika karakter tikungan cepat Silverstone mulai mengekspos kelemahan mobil.
Pembalap Red Bull itu kemudian terseret dalam pertarungan dengan dua mobil McLaren, George Russell, dan Charles Leclerc. Dalam duel tersebut, Verstappen tidak mampu menyamai laju rival-rival di sekitarnya ketika degradasi ban semakin membatasi performanya.

"Terlalu lambat," kata Verstappen.
Masalah utama yang disoroti Verstappen adalah kombinasi degradasi ban dan hilangnya performa di tikungan cepat. Kondisi itu membuatnya harus semakin banyak menggeser mobil untuk bertahan dalam pertarungan, yang kemudian memperburuk kondisi ban.
"Kami mengalami degradasi lebih besar dibanding mobil-mobil di sekitar saya, dan terutama benar-benar dihancurkan di sektor cepat. Saya tidak bisa mengikuti mereka," ujar Verstappen.
"Kemudian saya semakin banyak sliding untuk mencoba tetap bersama mereka, dan setelah itu ban Anda semakin terdegradasi," kata Verstappen.
Hasil keenam menjadi pukulan bagi Verstappen setelah start dari posisi ketiga dalam Sprint British Grand Prix. Fokus berikutnya akan beralih ke kualifikasi Grand Prix, ketika Red Bull memiliki peluang melakukan perubahan set-up agar mobil bisa berada dalam kondisi lebih kompetitif untuk balapan utama Formula 1 di Silverstone.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!