Max Verstappen belum mau berhenti membalap setelah pensiun dari Formula 1. Juara dunia empat kali itu punya ambisi besar di ajang ketahanan, dan ia tak ragu mengatakannya.
Pembalap Red Bull Racing itu sudah lama dikenal dekat dengan dunia endurance. Di sela kesibukannya di F1, ia kerap mengikuti balap virtual di simulator, dan tahun ini ia sempat turun di 24 Hours of Nurburgring. Pengalaman itu ternyata hanya pembuka.
"Semua balapan endurance," jawab Verstappen saat ditanya daftar keinginannya setelah F1 dalam wawancara dengan BBC Sport. "Pada akhirnya tentu juga Hypercar [kejuaraan dunia endurance]. Saya tidak ingin terburu-buru. Saya ingin melakukannya di lingkungan yang tepat. Dengan cara saya sendiri. Dan kompetitif."

Kontrak Max Verstappen di F1 kini diperpanjang hingga akhir 2030. Namun di luar itu, ia sudah membayangkan masa depannya di ajang lain. Salah satu mimpi besarnya adalah tampil di 24 Hours of Le Mans, balapan ketahanan paling bergengsi di dunia.
Namun, Verstappen tak mau asal ikut. Ia ingin punya peluang menang. "Perlu masuk akal. Perlu dengan cara saya. Dan harus ada peluang nyata untuk pergi ke sana dan menang," tegasnya.
Isu duet dengan Fernando Alonso di Le Mans sempat mencuat. Verstappen mengakui telah membahasnya, tetapi jadwal padat bisa jadi penghalang. "Kami sudah bicarakan. Lihat saja Fernando, dia 45 tahun dan masih lincah. Terutama untuk Le Mans, dengan pengalamannya, itu bisa jadi pilihan bagus. Tapi harus cocok dengan jadwal kami," ujarnya.
Ketertarikan Verstappen pada endurance sebenarnya bukan hal baru. Sebelum tampil di Nurburgring, ia berlatih intensif di sirkuit Nordschleife yang menantang. Kini, ia menegaskan bahwa pengalaman itu baru permulaan dari rencana besarnya di masa depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!