Keputusan besar menanti Fred Vasseur di paddock Ferrari. Insiden tikungan pertama di Monza yang menghancurkan peluang poin, ditambah kekesalan Lewis Hamilton atas kurangnya aturan balap dan kerja sama tim, memaksa bos asal Prancis itu bertindak.
Vasseur sendiri mengakui pada Minggu malam setelah GP Italia bahwa respons akan segera datang. “Dengan akal sehat, pada satu titik Anda harus mengambil keputusan. Setiap tim berbeda. Tapi Anda harus memutuskan, dan kami akan memutuskan,” ujarnya.
Jalan yang akan dipilih Vasseur masih gelap, karena opsi di atas meja sangat banyak. Satu sisi ekstrem adalah mendukung penuh Hamilton sebagai pembalap utama dalam perburuan gelar, untuk memaksimalkan peluang Ferrari yang mulai memudar. Opsi ini paling tidak mungkin karena Hamilton sendiri tidak pernah memintanya secara eksplisit, dan memberlakukannya akan menjadi pil pahit bagi Charles Leclerc yang secara matematis masih punya peluang juara.

Pilihan lain termasuk menyepakati aturan keterlibatan yang jelas, atau membiarkan semuanya berjalan seperti sekarang dan mempercayai pembalap untuk menyelesaikannya sendiri. Namun jika ada satu hal yang jelas dari cara rival-rival Ferrari menghadapi situasi serupa, tidak ada solusi mudah yang bisa memuaskan semua pihak.
Seperti yang sering diungkapkan Andrea Stella, prinsipal McLaren, tentang penanganan pembalap, mustahil merancang kerangka yang sesuai dengan kepentingan pribadi masing-masing pembalap sekaligus kepentingan tim. “Saya selalu berdiskusi dengan pembalap bahwa ini hal tersulit yang akan kami hadapi dalam karier. Ini satu-satunya hal yang tidak bisa kami hadapi jika kepentingan kami tidak sejalan,” katanya beberapa tahun lalu.
Kompleksitas 'Papaya Rules'
McLaren telah menghadapi banyak sakit kepala dalam mengelola Lando Norris dan Oscar Piastri. Aturan terkenal 'Papaya Rules' yang membolehkan kedua pembalap bertarung namun tanpa kontak, sering diuji hingga batas.
Sore yang kacau di Hungaria dan Monza 2024, serta GP Italia tahun lalu, memperlihatkan betapa sulitnya ketika apa yang diinginkan dinding pit tidak pernah sejalan dengan keinginan individu pembalap. Kesepakatan terus diuji, dan tim harus memberi sanksi jika dilanggar, seperti setelah insiden adu roda di Singapura tahun lalu ketika Norris sempat terkena konsekuensi.
Meski McLaren kerap dikritik, terutama setelah Monza 2024, karena tetap mempertahankan 'Papaya Rules' padahal mungkin lebih baik mendukung satu pembalap, Vasseur menilai kesetaraan justru lebih menguntungkan rivalnya dalam perebutan gelar dibanding memilih nomor satu terlalu dini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!