Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen membuka peluang serius untuk tampil di ajang balap ketahanan Nürburgring 24 Hours 2026, namun rencana tersebut saat ini terhambat oleh benturan kalender. Di tengah kendala tersebut, pembalap Max Verstappen dikabarkan berpotensi menerima dukungan tak terduga dari pihak Mercedes untuk mewujudkan ambisi balapnya di luar Formula 1.
Balapan ketahanan 24 jam di Nürburgring dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Mei 2026, berada di antara kalender Formula 1 Miami Grand Prix dan Canadian Grand Prix. Sesuai regulasi, Verstappen diwajibkan mengikuti setidaknya satu balapan Nürburgring Langstrecken-Serie (NLS) sebagai ajang persiapan sebelum turun di lomba utama, namun seluruh seri NLS sebelumnya berbenturan langsung dengan jadwal Formula 1.
Masalah utama muncul karena balapan pembuka NLS musim 2026 bertepatan dengan Chinese Grand Prix pada 14–15 Maret. Dengan kalender Formula 1 yang padat dan tidak fleksibel, Verstappen praktis tidak memiliki celah waktu untuk memenuhi syarat partisipasi tersebut tanpa perubahan jadwal dari pihak penyelenggara.
Menurut laporan Motorsport Total, situasi ini mendorong pihak Mercedes untuk turun tangan. Tim GT3 yang menaungi Verstappen saat ini bermitra dengan Mercedes, dan sejumlah petinggi pabrikan Jerman tersebut, termasuk CEO Mercedes-Benz Ola Källenius serta Team Principal Mercedes F1 Toto Wolff, dikabarkan telah menghubungi penyelenggara Nürburgring untuk meminta penundaan salah satu seri NLS.
Langkah tersebut, jika disetujui, akan membuka jalur regulasi bagi Verstappen untuk mengikuti balapan persiapan yang diwajibkan, sekaligus memungkinkan partisipasinya di Nürburgring 24 Hours tanpa mengganggu komitmen Formula 1 bersama Red Bull Racing.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi. Bos NLS, Mike Jäger, mengonfirmasi kepada Motorsport Total bahwa permintaan tersebut telah diterima, namun masih berada pada tahap awal pembahasan.
“Permintaan untuk kemungkinan penundaan telah kami terima, tetapi sejauh ini baru sebatas itu,” kata Jäger.
“Kami sedang mempelajari berbagai kemungkinan, namun belum ada keputusan apa pun. Semua harus berjalan dan dapat diterima oleh semua pihak.”
Upaya ini menegaskan besarnya minat Verstappen terhadap balap ketahanan serta kuatnya daya tarik Nürburgring 24 Hours sebagai ajang prestisius lintas disiplin. Bagi Verstappen, partisipasi tersebut juga dipandang sebagai langkah strategis memperluas portofolio balapnya di luar Formula 1, tanpa mengorbankan fokus utama pada perebutan gelar dunia.
Dalam konteks Formula 1 2026 yang bertepatan dengan era regulasi baru, setiap penyesuaian jadwal di luar kalender FIA tetap memerlukan koordinasi kompleks. Oleh karena itu, keputusan akhir akan menjadi indikator sejauh mana fleksibilitas dapat diberikan kepada pembalap papan atas untuk berkompetisi di ajang non-F1 tanpa mengganggu keseimbangan olahraga secara keseluruhan.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!