Hamilton Sorot GP2, Mercedes Diserang Teknis

Hamilton Sorot GP2, Mercedes Diserang Teknis
© F1

Formula 1, Sportrik Media - Hari pertama Tes Pramusim Formula 1 Bahrain 2026 memunculkan kombinasi pernyataan teknis dan kontroversi regulasi yang langsung membentuk narasi awal musim, dengan Lewis Hamilton, Adrian Newey, dan James Vowles menjadi pusat perhatian.

Hamilton mengungkapkan kekhawatiran bahwa mobil F1 2026 “terasa” seperti GP2, merujuk pada sensasi penurunan downforce dan perubahan karakter akibat regulasi aerodinamika serta power unit baru. Meski demikian, pembalap Ferrari itu juga menyebut mobil generasi terbaru ini lebih menyenangkan untuk dikendarai dibanding era sebelumnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perubahan fundamental regulasi 2026, termasuk pembagian tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik. Adaptasi terhadap manajemen energi dan keseimbangan aerodinamika menjadi faktor utama dalam menentukan performa awal tim.

Sementara itu, team principal Aston Martin, Adrian Newey, turut angkat suara mengenai polemik rasio kompresi mesin yang dikaitkan dengan Mercedes. Newey secara terbuka menyatakan dirinya “bias” dalam menilai isu tersebut, mengingat posisi Aston Martin yang kini menggunakan power unit Honda.

Kontroversi berpusat pada kemampuan Mercedes menjalankan rasio kompresi efektif 18:1 saat mesin berada dalam suhu operasional, meskipun regulasi menyebut batas maksimum 16:1 ketika diukur dalam kondisi ambient oleh FIA. Interpretasi ini memicu tekanan dari pabrikan lain menjelang Grand Prix pembuka.

Vowles, yang kini memimpin Williams, memperingatkan implikasi “menghukum” jika perubahan regulasi diterapkan secara mendadak untuk menutup celah tersebut. Ia menegaskan bahwa inovasi teknik selama dua tahun terakhir tidak seharusnya dibatalkan secara politis.

ADVERTISEMENT

Di lintasan, Lando Norris memimpin catatan waktu hari pertama Tes Bahrain, sementara Max Verstappen memperlihatkan konsistensi kuat sepanjang hari bersama Red Bull Racing.

Namun tidak semuanya berjalan mulus bagi Red Bull. Sumber RacingNews365 menyebut tim satelit Racing Bulls mengalami masalah signifikan pada power unit RBPT-Ford, yang membatasi waktu lintasan Arvid Lindblad pada sesi sore. Meski demikian, program utama Red Bull tetap berjalan kompetitif.

Di sisi Mercedes, Russell mengakui hari pertama yang sulit, menyebut timnya tertinggal dari Red Bull dan McLaren dalam hal keseimbangan mobil serta optimasi deployment energi.

Dengan isu rasio kompresi, performa deployment energi, dan perubahan aerodinamika aktif menjadi pusat perhatian, Tes Bahrain 2026 langsung memperlihatkan dinamika teknis dan politis yang kompleks.

Video analisis yang beredar di paddock juga membahas teori mesin Mercedes secara mendalam, menyoroti bagaimana interpretasi cerdas terhadap regulasi dapat menghasilkan keunggulan yang legal namun berpotensi sementara, mengingat sejarah Formula 1 yang kerap menutup area abu-abu regulasi.

Hari pertama pengujian dengan demikian bukan sekadar sesi pengumpulan data, tetapi panggung awal bagi pertempuran teknis yang dapat menentukan arah kompetisi sepanjang musim 2026.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU