Pembalap Jorge Martin dan Ai Ogura mengalami masalah perangkat ride-height belakang saat start Grand Prix Inggris, meskipun MotoGP telah melarang penggunaan holeshot device di bagian depan. Insiden ini menegaskan bahwa larangan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan risiko teknis pada fase krusial balapan.
Martin yang memulai dari pole position kehilangan posisi terdepan setelah melebar di Tikungan 1, sementara Ogura juga turun peringkat akibat masalah serupa. Rekaman ulang menunjukkan bagian belakang motor keduanya terseret di aspal, menandakan perangkat ride-height gagal lepas. Meski sempat terhambat, Martin mampu bangkit dan finis kedua, sedangkan Ogura terjatuh di akhir balapan.
Silverstone menjadi akhir pekan kedua sejak MotoGP melarang holeshot device menyusul kecelakaan beruntun di Catalan GP. Namun, semua motor masih dilengkapi perangkat ride-height belakang yang digunakan untuk akselerasi keluar tikungan lambat dan juga dipakai saat start untuk mendapatkan luncuran awal. Perangkat inilah yang menjadi biang masalah bagi Martin dan Ogura.

Berbeda dengan keluhan sebelumnya yang sering menyalahkan perangkat, kali ini kedua pembalap mengakui kesalahan mereka. "Saya tidak memulai dengan baik, atau Raul memulai jauh lebih baik dari saya. Saya bisa mendengar motornya," ujar Martin. "Saya terlalu optimis ingin mempertahankan posisi pertama, jadi saya tidak cukup mengerem dan perangkat belakang tidak kembali."
Ogura, yang juga mengendarai Aprilia, menyatakan masalah itu tidak membuatnya merasa terancam. "Saya lupa mengerem cukup keras untuk membuka kunci belakang. Saya kehilangan beberapa posisi, tapi tidak ada yang menakutkan," kata pembalap Jepang itu. Perangkat ride-height yang macet memang dapat mengganggu kemampuan bermanuver motor secara signifikan.
Insiden ini menyoroti bahwa pembalap masih berpotensi menghadapi masalah ride-height saat start sampai perangkat tersebut dilarang total pada 2027, saat era 850cc dimulai. Beberapa pabrikan telah mengembangkan sistem yang lebih canggih, memicu perdebatan tentang perlunya larangan menyeluruh demi keselamatan. Sebagian pembalap mendesak agar pelarangan perangkat belakang dipercepat, meski ada yang menilai kecelakaan start tetap tak terhindarkan.
Untuk mengurangi risiko, MotoGP juga telah memperlebar jarak antar pembalap di grid dari tiga menjadi empat meter mulai GP Jerman. Langkah ini diambil untuk memberi ruang lebih aman saat start, mengingat aerodinamika modern membuat motor sulit mengikuti satu sama lain di tengah balapan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!