SPONSORED

Komisi Grand Prix Setujui Aturan Baru MotoGP dan Moto2

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Komisi Grand Prix Setujui Aturan Baru MotoGP dan Moto2
TO NEWS OVERVIEW
Komisi Grand Prix Setujui Aturan Baru MotoGP dan Moto2

Komisi Grand Prix resmi mengumumkan serangkaian perubahan regulasi yang akan mengubah lanskap MotoGP dan Moto2 dalam beberapa tahun ke depan. Keputusan ini diambil dalam rapat terbaru dan langsung menuai perhatian paddock, terutama karena menyentuh aspek teknis dan sportif yang selama ini menjadi perdebatan.

Poin paling mencolok adalah penetapan batas putaran mesin maksimum 20.000 rpm untuk kelas premier. Angka ini sebenarnya sudah lama menjadi 'rahasia umum' karena tertanam dalam perangkat lunak ECU, namun kini statusnya naik menjadi aturan resmi yang tertulis dalam regulasi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menjelang perubahan teknis besar pada 2027, di mana mesin akan turun dari 1.000 cc menjadi 850 cc dengan diameter silinder mengecil dari 81 mm ke 75 mm. Tujuannya jelas: mencegah lonjakan putaran mesin yang tidak terkendali akibat berkurangnya kapasitas.

Saat ini, motor MotoGP biasanya beroperasi di kisaran 18.000-19.000 rpm, sehingga batas 20.000 rpm masih menyisakan ruang. Namun, dengan dijadikannya batas ini sebagai bagian dari peraturan, setiap pelanggaran akan berhadapan dengan sanksi yang lebih tegas. Ini juga memberi kepastian bagi para pabrikan dalam merancang mesin 2027 nanti.

Dall'Igna Ramal Juara MotoGP 2026 Ditentukan Akhir Dramatis
Baca JugaDall'Igna Ramal Juara MotoGP 2026 Ditentukan Akhir Dramatis

Selain itu, ada perubahan signifikan terkait sesi latihan start. Mulai sekarang, latihan start dari pit lane dilarang di semua sirkuit. Sebelumnya, praktik ini diizinkan di lebih dari 30% sirkuit. Keputusan ini diambil setelah penyelenggara menyediakan zona khusus untuk latihan start di setiap sirkuit, plus adanya sesi khusus start dalam setiap Grand Prix. Pembalap pun harus beradaptasi dengan fasilitas baru ini.

ADVERTISEMENT

Moto2 juga tidak luput dari perombakan. Pada 2027, kelas ini akan memakai mesin Triumph generasi baru yang memaksa tim mengembangkan sasis anyar. Untuk itu, Komisi memutuskan semua tim memulai musim 2027 tanpa konsesi, alias dari nol. Langkah ini diharapkan menciptakan kompetisi yang lebih merata di awal era teknis baru. Klasifikasi konsesi akan ditinjau ulang di pertengahan musim.

Pengembangan di Moto2 juga dibatasi. Setiap pabrikan hanya boleh melakukan satu pembaruan selama musim, entah itu pada sasis atau lengan ayun. Sementara itu, aerodinamika dibekukan berdasarkan desain 2026. Penggunaan versi lama juga akan dibatasi untuk menjaga keseimbangan performa. Triumph sebagai pemasok mesin tunggal pun harus memastikan pasokan mesin yang kompetitif bagi semua tim.

Perubahan ini diharapkan membuat persaingan di Moto2 dan Moto3 lebih sehat, terutama dengan hadirnya tim-tim baru. Moto2 akan menjadi laboratorium bagi para pembalap muda sebelum naik ke MotoGP. Dengan regulasi baru, setiap tim dituntut lebih cermat dalam mengelola sumber daya.

ADVERTISEMENT

Secara keseluruhan, keputusan Komisi Grand Prix ini menunjukkan komitmen untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing kejuaraan. Dampaknya akan terasa dalam beberapa musim ke depan, dan para penggemar bisa menantikan balapan yang lebih ketat serta teknologi yang lebih terkendali.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU