Marc Marquez buka suara soal nasihatnya kepada Isack Hadjar yang memutuskan mundur dari Grand Prix Belanda. Bukan sekadar soal rasa sakit, melainkan tentang cara pandang seorang pebalap terhadap karier jangka panjang. Marc Marquez sendiri pernah merasakan pahitnya memaksakan diri comeback terlalu cepat.
Hadjar, pembalap Red Bull asal Prancis-Aljazair, mengalami cedera pergelangan tangan saat latihan gym sepekan sebelum race di Zandvoort. Meski sempat ngotot ingin balapan, ia akhirnya memilih menepi setelah berdiskusi dengan prinsipal tim Laurent Mekies dan Marquez, yang sama-sama menyarankan fokus pemulihan.
Dalam wawancara dengan MotoGP.com, Ducati rider itu mengaku dihubungi Hadjar untuk meminta pendapat. "Saya bukan dokter, tapi dia minta saran. Kadang sulit menerima untuk melewatkan satu race demi persiapan yang lebih baik," ujar Marquez.

Pebalap Spanyol itu menegaskan bahwa melewatkan satu seri tidak akan mengubah hidup, tetapi memperparah cedera justru bisa. "Saya belajar dari pengalaman. Cedera Jerez mengubah hidup saya," tambahnya, merujuk pada kecelakaan parah di MotoGP Spanyol 2020 yang nyaris mengakhiri kariernya.
Insiden di Jerez itu menjadi titik balik. Marquez sempat mencoba kembali hanya beberapa hari setelah operasi, namun pelat di lengannya melemah dan ia harus absen semusim penuh. Butuh empat operasi hingga 2022 untuk memulihkan mobilitas lengannya.
Keputusan Hadjar mundur membuka peluang bagi Liam Lawson yang dipromosikan ke Red Bull, sementara Yuki Tsunoda naik ke Racing Bulls. Belum jelas kapan Hadjar kembali, dengan seri berikutnya di Monza pada 4-6 September.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!