MotoGP, Sportrik Media – Marco Bezzecchi memenangkan taruhan spesial dengan bos Aprilia Massimo Rivola di Valencia MotoGP 2025, membawa pulang motor RS-GP sebagai hadiah kemenangan. Kemenangan ini bukan hanya menutup musim dengan podium ketiga di klasemen, tapi juga menandai adaptasi impresif rider Italia itu di Aprilia Racing.
Selain itu, pernyataan Rivola menekankan potensi Bezzecchi sebagai pebalap lengkap, melampaui ekspektasi awal sebagai rekan tim Jorge Martin. Analisis mendalam menunjukkan bagaimana kemenangan di Valencia, ditambah dua kemenangan utama sebelumnya di British dan Portuguese Grand Prix, mengubah narasi Aprilia dari underdog menjadi penantang serius Ducati.
Kemenangan di Valencia GP diraih Bezzecchi dengan memimpin dari start hingga finis, mengalahkan Raul Fernandez dari Trackhouse Racing hanya 0,686 detik. Taruhan itu dibuat sehari sebelum balapan akhir, di mana Bezzecchi menantang Rivola: tiga kemenangan musim ini berarti satu RS-GP miliknya. Namun, di balik euforia, ada frustrasi dari Sprint race di mana ia turun dari pole ke posisi kelima.
“Saya menang taruhan ini karena dengan Massimo, saya bilang ‘kalau saya bisa menang tiga race, motornya pulang ke rumah’,” ungkap Marco Bezzecchi, yang bahkan berlutut 'melamar' motornya di cooldown lap. Rayakan ini menambah warna pada musim debutnya di Aprilia, di mana ia juga raih Sprint win di Misano, Mandalika, dan Phillip Island.
ADVERTISEMENT
Kutipan ini menggambarkan komitmen Bezzecchi yang tak terduga. Rivola, yang awalnya hanya harapkan kecepatan, terkesan dengan etos kerja dan kerjasama timnya. “Saya harap Marco sangat cepat, tapi saya tak tahu dia pekerja hebat dan team player. Itu kunci suksesnya,” kata Rivola. Analisis lebih lanjut, pendekatan ini mirip dengan strategi Maverick Vinales era awal Aprilia, tapi Bezzecchi lebih adaptif di sirkuit teknis seperti Valencia.
Dalam konteks musim 2025, Aprilia unggul di paruh kedua dengan RS-GP25 yang dioptimalkan oleh teknisi Fabiano Sterlacchini. Bezzecchi finis ketiga klasemen dengan 184 poin, tertinggi non-Ducati, berkat tujuh podium termasuk pole di Austria. Bandingkan dengan Martin yang cedera, performa Bezzecchi stabilkan tim dan dorong pengembangan motor untuk 2026.
Lebih lanjut, kejutan datang dari Fernandez yang pulih dari cedera Portugal untuk podium kedua Aprilia pertama sejak 2023. “Mungkin Raul lebih mengejutkan, dia overtake dan recover posisi dengan brilian,” tambah Rivola. Ini perkuat posisi Aprilia sebagai pabrikan Italia kompetitif, dengan empat RS-GP di grid 2025 termasuk Ai Ogura di Trackhouse.
Secara keseluruhan, taruhan Bezzecchi bukan sekadar lelucon, tapi simbol kepercayaan diri yang dibangun pra-musim. Dengan motor di ruang tamu—ruang kosong yang disiapkan sejak awal musim—ia siap tantang gelar. Dampaknya? Aprilia kini rival terdekat Ducati, terutama di tikungan cepat Valencia.
Menuju tes Valencia 2026, prospek Bezzecchi cerah di samping Martin, dengan Rivola yakin lebih banyak RS-GP akan 'hiasi' rumahnya. “Kalau dia tetap seperti ini, tak tahu apakah lebih banyak motor di dapur atau di mana-mana di rumahnya!” canda Rivola. Kisah ini inspirasi bagi rider muda: komitmen ubah taruhan jadi trofi.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!