Pembalap andalan tim pabrikan Borgo Panigale, Marc Marquez, secara terbuka mengungkapkan pandangannya mengenai masa depan kariernya di ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Juara dunia beberapa kali tersebut memperkirakan ada kemungkinan besar bagi dirinya untuk gantung helm ketika kontrak terbarunya bersama pabrikan asal Italia itu resmi berakhir pada pengujung musim 2028 mendatang.
Dinamika perjalanan karier pebalap asal Spanyol berusia 33 tahun ini memang bergerak sangat cepat dalam beberapa musim terakhir. Setelah mendominasi jalannya kejuaraan untuk mengamankan gelar juara dunia ketujuh, ia harus kembali menghadapi ujian berat akibat cedera lengan kanan yang dialaminya dalam insiden kecelakaan parah di Indonesia jelang akhir musim lalu. Situasi pelik tersebut praktis memaksanya menjalani proses pemulihan panjang serta beradaptasi ulang dengan realitas fisik barunya di atas lintasan balap.
Berbicara secara eksklusif menjelang akhir pekan balapan Grand Prix Australia, peraih gelar juara dunia tersebut memberikan estimasi yang sangat realistis mengenai kelanjutan karier profesionalnya di masa depan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ia kini melihat adanya probabilitas tinggi bahwa kesepakatan jangka panjang yang ditekennya pada musim dingin ini akan menjadi babak penutup perjalanan kariernya di krew paddock utama.

Dilansir dari Autosport, pebalap andalan Ducati tersebut menyatakan, "Kali ini, sedikit lebih rumit untuk menjawab pertanyaan itu. Saya tidak tahu pasti, tetapi jika saya harus memperkirakannya, saya katakan ada peluang 70 persen saya akan pensiun dalam waktu tiga tahun, dan peluang 30 persen saya masih akan membalap." Perubahan perspektif ini tidak lepas dari ketenangan batin yang ia rasakan setelah sukses merengkuh mahkota juara musim lalu.
Keberhasilan emosional merengkuh gelar juara setelah melalui berbagai penderitaan fisik yang mendalam telah mengubah cara pandangnya dalam menghadapi persaingan ketat melawan rival terdekatnya seperti Jorge Martin. Ia kini jauh lebih bisa menerima hasil finis di posisi keenam atau ketujuh pada seri-seri di mana ia merasa kurang nyaman dengan performa motornya, sebuah mentalitas yang belum pernah ia miliki pada masa kejayaannya dahulu.
"Justru karena gelar tahun lalu, saya sekarang merasa tenang dan rileks. Hal itu juga menjelaskan mengapa, dalam balapan di mana saya tidak merasa sepenuhnya nyaman, saya bisa finis keenam atau ketujuh," imbuhnya. Dengan kedamaian mental yang telah diraihnya, ia menegaskan bahwa ketika hari pensiun itu benar-benar tiba, ia akan melangkah pergi sebagai manusia merdeka yang sepenuhnya berdamai dengan diri sendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!