Menjelang seri balap akhir pekan di Pertamina Mandalika International Circuit, Marc Marquez dihadapkan pada catatan sejarah yang kurang menguntungkan. Dalam empat tahun perhelatan MotoGP Indonesia di Mandalika, pebalap asal Spanyol tersebut tercatat belum pernah sekalipun menyentuh garis finis pada balapan utama hari Minggu. Berbagai insiden dan nasib sial selalu menghalangi ambisinya, termasuk insiden terparah pada musim lalu ketika ia mengalami kecelakaan akibat terlibat senggolan dengan Marco Bezzecchi yang berujung pada cedera serius dan mengakhiri musimnya lebih cepat.
Kendati demikian, situasi menatap akhir pekan ini dinilai jauh berbeda oleh juara dunia sembilan kali tersebut. Datang dengan tren performa yang sedang memuncak setelah sukses mengamankan empat kemenangan ganda pada enam seri terakhir, pebalap andalan tim pabrikan Borgo Panagale ini hanya terpaut dua angka saja dari pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin. Dalam sesi konferensi pers resmi di Mandalika, pebalap berusia 33 tahun itu menyatakan bahwa fokus utamanya adalah langsung memulai akhir pekan dengan pijakan yang kuat di dalam garasi tim.
Mengenai peta kekuatan di atas lintasan sepanjang 4,3 kilometer ini, Marc Marquez mengakui bahwa karakteristik sirkuit lebih bersahabat dengan paket motor milik Aprilia. Oleh karena itu, ia menyiapkan strategi khusus untuk terus menempel ketat para pesaingnya dan mengerahkan seluruh kemampuan maksimal sejak sesi latihan pertama. Ia menegaskan tidak akan mengubah pendekatan agresifnya demi menjaga peluang dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Di luar urusan teknis balapan akhir pekan, pebalap bernomor punggung sembilan puluh tiga itu juga memberikan tanggapan terkait pengumuman resmi MotoGP mengenai format baru akhir pekan balapan yang akan mulai diberlakukan pada musim 2027 mendatang. Regulasi baru tersebut mencakup sesi kualifikasi khusus sprint pada hari Jumat serta pemotongan total durasi waktu di atas lintasan. Menanggapi hal tersebut, ia menilai bahwa penyesuaian ini akan menuntut intensitas yang jauh lebih tinggi di tengah padatnya kalender balap saat ini.
Menutup pernyataannya, pebalap yang hadir ditemani oleh sang kekasih Gemma Pinto dan ayahnya Julia Marquez tersebut menyoroti dinamika pengambilan keputusan antara pihak promotor, pabrikan, dan para pebalap. Kakak kandung dari Alex Marquez ini menyayangkan kurangnya keterlibatan suara para pebalap dalam penentuan regulasi besar, meski ia menyadari bahwa seluruh keputusan akhir tetap berada di tangan tim dan pihak penyelenggara kejuaraan.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!