SPONSORED

Format Baru MotoGP 2027 Picu Polemik, Pembalap Soroti Minimnya Persatuan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Format Baru MotoGP 2027 Picu Polemik, Pembalap Soroti Minimnya Persatuan
TO NEWS OVERVIEW
Format Baru MotoGP 2027 Picu Polemik, Pembalap Soroti Minimnya Persatuan

Jelang gelaran akhir pekan balap di Pertamina Mandalika International Circuit, topik terpanas di paddock kelas premier MotoGP bukan hanya soal perebutan gelar, melainkan perombakan radikal regulasi akhir pekan yang akan diterapkan mulai musim 2027 mendatang. Perubahan format ini langsung memicu perdebatan sengit di antara para pembalap, mulai dari kekhawatiran soal peningkatan tingkat stres hingga kritik tajam terhadap solidaritas internal antar-rider.

Berdasarkan regulasi anyar tersebut, sesi kualifikasi akan dipecah menjadi dua sesi berbeda di mana seluruh 22 pembalap di grid wajib langsung turun ke lintasan selama 15 menit penuh. Sesi intens ini krusial untuk menentukan posisi start balapan Sprint sekaligus menyaring 12 pembalap tercepat yang berhak langsung melaju ke sesi Q2. Tekanan tinggi ini membuat sejumlah nama besar seperti Marc Marquez dan Pedro Acosta secara terbuka memperingatkan bahwa karier para rider berisiko semakin pendek akibat akumulasi tekanan fisik dan mental.

Menanggapi situasi ini, Francesco Bagnaia melontarkan kritik menohok terkait rendahnya tingkat kehadiran dalam pertemuan penting Safety Commission. Juara dunia asal Italia itu mengungkapkan bahwa hanya ada empat pembalap yang hadir dalam forum krusial tersebut, membuat suara para rider sulit didengar oleh pihak promotor dan penyelenggara kejuaraan.

Tanggapan Rivola Terkait Kecepatan Motor 850cc MotoGP 2027
Baca JugaTanggapan Rivola Terkait Kecepatan Motor 850cc MotoGP 2027

"Jika alih-alih empat orang, kami hadir berdua puluh, kami tentu bisa memengaruhi keputusan. Namun dengan jumlah yang sangat sedikit, itu menjadi sangat sulit," tegas Francesco Bagnaia menyoroti lemahnya daya tawar kolektif pembalap.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Pedro Acosta membela keputusannya untuk absen dari pertemuan rutin tersebut dengan alasan jadwal yang terlalu padat dan kelelahan yang luar biasa. Pembalap muda berbakat asal Spanyol itu menegaskan bahwa para rider adalah manusia biasa, bukan mesin yang bisa dipacu tanpa henti di tengah kalender balap yang semakin padat dan melelahkan.

"Saya tidak pergi ke sana karena tidak ada waktu. Kami selalu punya lebih banyak hal untuk dilakukan dan semakin banyak stres, dan saya pikir kita harus bergerak ke arah sebaliknya; melambat sedikit dan ingat bahwa pembalap butuh ketenangan," ujar Pedro Acosta memberikan pembelaan.

Sementara itu, Jorge Martin memilih untuk melihat sisi positif dari penghapusan sesi pemanasan atau warm-up pada Minggu pagi, yang memberikannya kesempatan lebih baik untuk beristirahat dan mengatur energi sebelum balapan utama. Kendati demikian, dalam konferensi pers resmi yang dilansir dari FormulaPassion, Jorge Martin dengan jujur mengakui bahwa masalah terbesar yang dihadapi para rider saat ini adalah tidak adanya persatuan yang kokoh di antara mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

"Saya sepenuhnya setuju dengan Marc. Begitulah adanya. Kita tidak bisa berbuat apa-apa sampai kita, katakanlah, bersatu. Kalender ini bukan soal saya suka atau tidak. Saya penasaran, dan ini akan menarik. Namun saya merasa mereka bahkan tidak meminta pendapat kami. Alangkah baiknya jika pihak penyelenggara menunjukkan sedikit ketertarikan kepada para pembalap," pungkas Jorge Martin menutup sesi tanya jawab dengan media.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU