Motorsport, Sportrik Media - Lucas di Grassi bersama Lola Yamaha ABT mengonfirmasi bahwa musim 2026 akan menjadi tahun terakhirnya sebagai pembalap profesional, menandai berakhirnya salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah Formula E.
Pembalap asal Brasil tersebut dijadwalkan mengakhiri kariernya pada seri penutup musim di London, mengakhiri perjalanan panjang yang dimulai sejak balapan perdana Formula E di Beijing pada 2014. Sejak saat itu, di Grassi menjadi salah satu figur paling konsisten di kejuaraan, hampir selalu tampil di setiap E-Prix dan berperan langsung dalam membangun fondasi kompetisi balap listrik tersebut.
Kontribusinya terhadap Formula E tidak hanya tercermin dari statistik, tetapi juga dari perannya dalam tahap awal pembentukan kejuaraan. Di Grassi dikenal sebagai salah satu tokoh kunci yang mendorong pengembangan seri ini sejak fase konseptual, menjadikannya sering dijuluki sebagai “Mr Formula E”. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai pemenang balapan pertama dalam sejarah kejuaraan, sekaligus meraih gelar juara dunia pada musim ketiga.

Sepanjang kariernya di Formula E, di Grassi mengumpulkan 13 kemenangan, 41 podium, dan lebih dari 1.000 poin, menjadikannya salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah kategori tersebut. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman luas di berbagai disiplin balap, termasuk Formula 1 dan Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC), di mana ia pernah menjadi runner-up bersama Audi pada musim 2016.
"Setelah seumur hidup mendedikasikan diri pada balapan, 2026 akan menjadi musim terakhir saya sebagai pembalap profesional dan awal dari babak baru," ujar di Grassi.
"Motorsport telah membentuk hidup saya sejak awal, memberi saya disiplin, ketangguhan, dan tujuan. Dari São Paulo hingga Monaco, perjalanan ini mengubah saya sebagai pembalap, individu, dan keluarga."
Keputusan untuk pensiun disebut diambil bersama keluarga, yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Di Grassi menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi faktor utama di balik keberhasilannya di dunia balap, sekaligus menjadi alasan utama dalam menentukan langkah selanjutnya di luar lintasan.
"Saya sangat berterima kasih kepada keluarga saya yang selalu mendukung dalam setiap pengorbanan dan keputusan sulit. Tanpa mereka, semua ini tidak mungkin terjadi."
Meskipun akan meninggalkan peran sebagai pembalap, di Grassi tidak sepenuhnya meninggalkan dunia motorsport. Ia akan tetap terlibat dalam pengembangan mobil generasi berikutnya bersama Lola Yamaha ABT, khususnya dalam proyek Gen4 yang akan menjadi fase baru bagi Formula E dalam beberapa tahun mendatang.
Pimpinan Formula E juga memberikan penghormatan atas kontribusi di Grassi. CEO Jeff Dodds menilai bahwa peran di Grassi jauh melampaui sekadar pembalap, melainkan sebagai bagian integral dari pertumbuhan kejuaraan sejak awal berdiri.
"Lucas tidak hanya membalap, dia percaya pada visi mobilitas listrik sejak awal dan membantu mendorong kejuaraan ini ke level sekarang," ujar Dodds.
Sementara itu, salah satu pendiri Formula E, Alejandro Agag, menegaskan bahwa warisan di Grassi akan terus melekat dalam DNA kejuaraan. Ia menyebut pembalap tersebut sebagai bagian fundamental dari evolusi Formula E, baik dari sisi kompetitif maupun inovasi teknologi.
Kepergian di Grassi juga melanjutkan tren berakhirnya era generasi pertama pembalap Formula E, setelah sebelumnya Sam Bird meninggalkan grid. Hal ini menandai transisi menuju generasi baru pembalap yang akan mengisi era Gen4 dengan pendekatan teknologi yang lebih maju.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dan kontribusi signifikan terhadap perkembangan motorsport listrik, keputusan di Grassi untuk pensiun menjadi momen penting bagi Formula E. Absennya sosok yang telah menjadi simbol kejuaraan sejak awal akan mengubah dinamika grid, sekaligus membuka ruang bagi talenta baru untuk berkembang.
Menjelang akhir musim 2026, fokus kini tertuju pada bagaimana di Grassi akan menutup kariernya di lintasan, sekaligus bagaimana kejuaraan akan beradaptasi tanpa salah satu tokoh paling berpengaruhnya. Perjalanan Formula E akan terus berlanjut, namun tanpa kehadiran salah satu pionir utamanya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!