Advertisement Sportrik
15s

Luca Marini Akui Honda Maju, Tapi Masih Kurang Grip Belakang

Luca Marini Akui Honda Maju, Tapi Masih Kurang Grip Belakang
Luca Marini ©Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Luca Marini mengakui adanya kemajuan signifikan pada proyek Honda RC213V selama jeda musim dingin, meski menegaskan bahwa kekurangan grip belakang masih menjadi pekerjaan rumah utama menjelang MotoGP 2026.

Marini menutup tes pramusim Buriram di posisi ke-13, terpaut hampir delapan persepuluh detik dari catatan terbaik yang dibukukan Marco Bezzecchi. Meski hasil tersebut tidak mencolok, pembalap Italia itu menilai ada perkembangan nyata dalam sejumlah area teknis.

“Kami mengubah banyak hal dan motor telah banyak meningkat, tetapi yang lain juga meningkat,” jelas Marini.

Toprak Razgatlioglu Belum Percaya Ban Depan Michelin
Baca JugaToprak Razgatlioglu Belum Percaya Ban Depan Michelin

“Jika Anda melangkah maju dan yang lain juga, Anda tetap berada di titik yang sama. Untuk bisa bertarung memperebutkan kemenangan, Anda harus melangkah dua setengah langkah ke depan.”

Luca Marini Akui Honda Maju, Tapi Masih Kurang Grip Belakang
Luca Marini  ©Michelin

Menurutnya, Honda telah membuat kemajuan pada sektor mesin, aerodinamika, dan performa pengereman. Namun, masalah utama masih terletak pada traksi saat fase akhir masuk tikungan dan akselerasi keluar tikungan.

“Sekarang motor sudah meningkat dalam banyak aspek seperti mesin, aerodinamika, dan pengereman, tetapi kami masih kekurangan sedikit grip belakang, terutama di akhir fase masuk tikungan dan saat membuka gas,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Marini menegaskan bahwa solusi teknis sudah diidentifikasi, namun implementasinya memerlukan waktu, terutama dalam pengembangan komponen baru yang mampu memaksimalkan karakteristik ban Michelin.

“Kami tahu bagaimana cara mengatasinya, karena ban Michelin membutuhkan perlakuan khusus saat keluar tikungan. Kami hanya perlu waktu untuk memproduksi komponen yang tepat.”

Ia juga sependapat dengan rekan setimnya, Joan Mir, bahwa traksi masih menjadi titik lemah utama Honda saat ini.

Meski demikian, Marini menilai ada peningkatan dalam pace balapan. Ia menyebut dalam simulasi jarak panjang, Honda cukup kompetitif untuk bersaing di posisi lima besar, tetapi kendala utama muncul saat sesi time attack.

“Dalam ritme balapan kami cukup kompetitif dan bisa bertarung untuk Top 5, tetapi sulit jika memulai dari belakang,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Secara realistis, Marini menargetkan posisi tujuh hingga delapan besar pada seri-seri awal musim, mengingat dominasi enam pembalap Ducati yang dinilainya tampil sangat kuat dan mengalami peningkatan signifikan dibanding musim lalu.

Dengan fondasi teknis yang mulai stabil, Honda kini memasuki fase krusial pengembangan untuk memperkecil jarak yang musim lalu mencapai satu detik per lap. Target jangka pendek adalah memangkas selisih tersebut secara bertahap sebelum benar-benar kembali bersaing memperebutkan podium secara reguler.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU