George Russell menunjukkan sportivitas tinggi setelah rekan setimnya, Kimi Antonelli, meraih kemenangan bersejarah di Grand Prix Italia Formula 1. Padahal, dari segi posisi start, Russell yang memulai dari P2 jelas lebih diunggulkan untuk naik ke podium utama, sementara Antonelli harus puas memulai dari P19.
Namun, dengan mesin Mercedes baru yang segar, pembalap Italia itu melesat menembus barisan dan berhasil mengejar rekan setimnya pada lap ke-15. Keduanya sempat bertarung sengit selama beberapa lap sebelum kemunculan Virtual Safety Car (VSC) mengubah segalanya.
VSC yang menentukan di Monza terjadi saat Lance Stroll menghentikan mobilnya di Tikungan 2. Race Control mengaktifkan VSC pada lap ke-29. Antonelli segera masuk pit untuk mengganti ban medium yang sudah aus, sementara Russell yang memimpin memilih bertahan di lintasan.

“Sejujurnya, saya pikir kami berdua akan tetap di luar. Saya terkejut melihat dia masuk pit,” aku Russell. Dengan Max Verstappen yang terus menekan kedua mobil Mercedes, tim asal Jerman itu harus mengambil risiko. Strategi split akhirnya terbukti menguntungkan, memberi mereka peluang maksimal untuk menang dengan mengantisipasi berbagai skenario melawan Verstappen.
Russell yang memimpin di lintasan tidak punya ban medium baru tersisa, sementara Antonelli masih memiliki satu set. “Pada akhirnya, ini seperti melempar dadu dua arah. Saat itu, tim tidak akan tahu strategi mana yang lebih baik,” akunya.
Russell menerima hasil ini dengan lapang dada. Dengan ban yang lebih tua dan lebih keras, ia tak berdaya saat Antonelli menutup jarak dan mengambil alih posisi terdepan empat lap sebelum finis. “Masuk akal untuk memisahkan mobil, tapi pada akhirnya Kimi punya kecepatan luar biasa. Saya menerimanya. Ini lebih positif daripada sebelum libur musim panas, dan itulah yang saya butuhkan. Tentu saya ingin P1 hari ini,” ujarnya.
Kekalahan ini tentu terasa pahit, kontras dengan perayaan di sisi garasi lainnya. Russell tetap di posisi kedua klasemen pembalap, namun kini tertinggal 66 poin dari Antonelli, meningkat dari 59 poin sebelum akhir pekan ini, dengan sepuluh seri tersisa di musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!