Pekan balapan Formula 1 di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos menghadirkan tantangan berat bagi dua nama besar di grid. Lewis Hamilton bersama Max Verstappen secara terbuka memperingatkan bahwa aksi menyalip pada balapan utama Grand Prix Brasil akan jauh lebih sulit dibandingkan musim-musim sebelumnya menyusul perubahan regulasi aerodinamika yang berlaku tahun ini.
Kedua juara dunia tersebut terpaksa harus memulai balapan dari barisan paling belakang setelah kedapatan melakukan pergantian komponen power unit yang melebihi batas alokasi musim. Konsekuensi dari penalti berat ini menempatkan Hamilton di posisi start ke-20, sementara Verstappen harus rela berada tepat di belakangnya pada grid ke-21, hanya unggul dari pembalap Cadillac Sergio Perez yang menempati posisi buncit.
Secara historis, Sirkuit Interlagos dikenal sebagai salah satu lintasan yang ramah untuk melakukan aksi overtake dan manuver pemulihan posisi dari belakang. Ingatan publik masih segar ketika Hamilton sukses meraih kemenangan luar biasa dari posisi kesepuluh pada musim 2021, atau aksi gemilang Verstappen yang melejit dari P17 pada musim 2024. Kendati demikian, hilangnya sistem DRS di bawah regulasi 2026 serta penerapan mode menyalip yang baru mengubah total dinamika balap di trek ikonik tersebut.

"Ini akan jauh lebih sulit untuk melakukan overtake," ungkap Verstappen kepada media seusai sesi kualifikasi yang diguyur hujan deras di Interlagos. "Mode menyalip tidak benar-benar memberikan banyak efek di sini. Semua orang menguras baterai mereka dari tikungan terakhir hingga Tikungan 1, dan semua orang membuka sayap mereka." Pembalap andalan Red Bull Racing tersebut menambahkan bahwa efektivitas mode tersebut berkurang drastis ketika harus melibas mobil-mobil dengan catatan waktu lap yang setara.
Senada dengan sang rival, pembalap utama Scuderia Ferrari asal Inggris itu juga menilai karakteristik trek kini telah berubah drastis. "Saya pikir akan lebih sulit. Karena dulu kita punya trek lurus yang sangat panjang, dan jika Anda bisa mendekat, Anda punya DRS sementara mobil di depan tidak memilikinya," jelasnya. Dengan regulasi terkini di mana seluruh pembalap bisa membuka sayap secara bersamaan, manuver salip-menyalip diprediksi menjadi misi yang amat berat, meski kondisi lintasan yang basah berpotensi menciptakan kejutan tersendiri di atas trek.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!