Liam Lawson harus menelan pil pahit di sesi kualifikasi Sepang setelah gagal menembus Q3 dan harus puas memulai balapan dari posisi ke-11. Hasil ini terasa begitu membingungkan bagi sang pembalap, mengingat ia sempat menunjukkan kecepatan yang sangat menjanjikan sepanjang sesi latihan bebas sebelumnya.
Drama penentuan terjadi pada detik-detik akhir Q2 ketika Arvid Lindblad memberikan bantuan tow di lintasan lurus belakang. Strategi cerdik dari Racing Bulls tersebut sempat melambungkan posisi pembalap asal Selandia Baru itu ke zona aman sepuluh besar untuk sesaat.
Sayangnya, keunggulan tersebut sirna seketika setelah Gabriel Bortoleto mempertajam catatan waktunya di pengujung sesi. Lawson akhirnya terdepak ke posisi 11 dengan selisih tipis dua persepuluh detik, memperpanjang catatan negatifnya yang gagal masuk Q3 untuk keempat kalinya dalam enam balapan terakhir.

Kepala Teknik Lintasan Racing Bulls, Mattia Spini, mengakui timnya mengalami kemunduran performa yang signifikan dibandingkan sesi latihan pagi. Kurangnya cengkeraman ban serta hilangnya kepercayaan diri pada mobil menjadi misteri yang harus segera dipecahkan oleh skuad Faenza menjelang balapan utama hari Minggu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!