Formula 1, Sportrik Media - Liam Lawson dari Visa Cash App Racing Bulls mengungkapkan bagaimana ia berhasil membalikkan situasi kariernya di Formula 1 setelah periode sulit yang sempat menempatkannya dalam posisi tidak pasti.
Pada akhir musim 2024, Lawson sempat mendapatkan kesempatan singkat bersama tim tersebut sebagai pengganti Daniel Ricciardo, sebelum kemudian dipromosikan ke Oracle Red Bull Racing untuk musim 2025 menggantikan Sergio Perez. Namun, awal musim yang kurang meyakinkan membuatnya kembali diturunkan ke tim junior setelah hanya dua balapan.
Memasuki musim 2026, performa Lawson menunjukkan peningkatan signifikan. Meski hanya finis ke-13 di Australia, ia tampil kompetitif di Shanghai International Circuit dengan meraih posisi ketujuh, termasuk mengungguli mantan rekan setimnya, Isack Hadjar.

Lawson menjelaskan bahwa hasil tersebut merupakan hasil dari pendekatan strategis dalam memaksimalkan paket mobil, meskipun secara kecepatan murni belum optimal.
“Di Melbourne kami cukup cepat, tapi di China sebenarnya tidak terlalu cepat, jadi kami berhasil menyelamatkan hasil bagus dari akhir pekan yang secara pace cukup rata-rata,” ujar Lawson kepada media, dikutip dari RacingNews365.
“Ke depan, jika kami menemukan kecepatan lebih, kami akan berada di posisi yang sangat baik.”
Hasil di China menjadi semakin signifikan mengingat Lawson memulai balapan dari posisi ke-14. Ia mampu memanfaatkan situasi balapan, termasuk kegagalan start dari pembalap McLaren serta DNF dari Max Verstappen, untuk naik ke posisi poin.
Namun, Lawson menegaskan bahwa faktor utama tetap pada eksekusi tim yang efektif sepanjang balapan, terutama dalam strategi dan manajemen ban.
“Dalam satu akhir pekan balapan, meskipun Anda punya mobil cepat, masih banyak yang harus dilakukan dari sisi strategi dan race pace,” jelasnya.
“Kami benar-benar memaksimalkan paket yang ada, dan itu hasil yang baik. Kredit penuh untuk tim atas kerja keras mereka.”
Dari perspektif teknis, Racing Bulls menunjukkan kemampuan dalam mengoptimalkan performa mobil dalam kondisi yang tidak ideal. Pendekatan konservatif dalam strategi serta pengelolaan degradasi ban menjadi kunci dalam mempertahankan posisi di tengah persaingan ketat.
Lawson juga menilai bahwa hasil ini memberikan dorongan moral penting bagi tim, terutama dalam fase awal musim di mana pengembangan mobil masih berlangsung.
“Saya yakin ini memberikan motivasi bagi semua orang, karena kami tahu bahwa begitu kami menemukan kecepatan tambahan, posisi kami akan jauh lebih kuat,” tambahnya.
Dengan awal musim yang lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya, Lawson kini berada dalam posisi untuk membangun konsistensi hasil. Fokus selanjutnya akan tertuju pada peningkatan performa dasar mobil, yang dapat membuka peluang lebih besar dalam perebutan poin di seri-seri berikutnya dalam kalender Formula 1 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!