Milan punya cara sendiri untuk menyambut akhir pekan GP Italia 2026. Di tengah gemuruh mesin Formula 1 yang akan terdengar dari sirkuit Monza, Lego justru memanaskan suasana di jantung kota dengan sebuah penghormatan unik untuk legenda F1, Michael Schumacher.
Di Arco della Pace, Piazza Sempione, perusahaan asal Denmark itu meluncurkan sebuah mosaik raksasa yang terinspirasi dari set Icons Ferrari F2004 dan Schumacher. Karya kolosal ini berukuran lebar 3 meter dan tinggi 1,8 meter, terdiri dari hampir 85.000 keping Lego, dan—yang membuatnya istimewa—disusun secara kolektif oleh para pengunjung area bermain, potongan demi potongan, di bawah pengawasan sang kreator, Riccardo Zangelmi.
Peresmian area bermain ini berlangsung pada Kamis malam, 3 September, dengan kehadiran dua tokoh ternama: Linus, ikon Radio Deejay, dan Carlo Vanzini, komentator Sky Sport F1. Mereka berbagi cerita dan kenangan tentang tujuh kali juara dunia serta era kejayaan Schumacher bersama Ferrari di awal tahun 2000-an.

Mosaik tersebut masih akan terus dikerjakan selama akhir pekan balapan. Jadwalnya, Jumat 4 September pukul 16.00-19.00, serta Sabtu 5 dan Minggu 6 September pukul 10.00-19.00. Begitu malam tiba, mulai pukul 19.00 hingga 22.00, Lego akan menampilkan video penghormatan untuk Schumacher yang diproyeksikan setiap 30 menit di tiga layar raksasa berbentuk keping Lego. Sebuah cara yang pas untuk merayakan 30 tahun kedatangan Schumacher di Ferrari, sejak musim 1996 yang kini terasa begitu jauh.
Namun, itu belum semuanya. Di Fan Zone sirkuit Monza, Lego membuka "Home of Lego F1" yang memamerkan sayap depan dan setir skala 1:1 dari Ferrari SF-24—mobil yang dipakai dalam parade pembalap di GP Miami 2025—serta dua helm raksasa yang bisa dimasuki pengunjung untuk bermain. Sementara itu, di Palazzo dell'Arengario, pusat kota Monza dalam rangkaian FuoriGP, dipajang helm Lego F1 milik Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, plus area bermain khusus untuk penggemar cilik.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana Lego tidak hanya merayakan F1 modern, tetapi juga menghidupkan kembali nostalgia salah satu era paling emosional dalam sejarah olahraga ini. Bagi para tifosi yang kebetulan berada di Milan atau Monza akhir pekan ini, mampirlah—siapa tahu Anda bisa ikut menyusun satu keping mosaik untuk sang Kaiser.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!