Dunia Formula 1 kembali mengejutkan dengan pengumuman terbaru. Laurent Mekies resmi diangkat sebagai CEO Red Bull Racing, membawa pengalaman luas dari berbagai tim ternama. SPORTRIK menganalisis karier impresif pria Prancis ini yang membentuknya menjadi pemimpin baru di salah satu tim terkuat F1.
Perjalanan Karier Mekies di Dunia Motorsport
Laurent Mekies memulai perjalanan profesionalnya bersama Arrows pada 2001-2003 sebagai insinyur. Oleh karena itu, ia mengasah kemampuan teknis di tim kecil tersebut. Ia kemudian bergabung dengan Minardi pada 2003-2005, memperdalam wawasan tentang operasional tim. Sementara itu, masa jabatannya di Scuderia Toro Rosso dari 2006-2014 menempatkannya sebagai figur kunci dalam pengembangan tim. Akibatnya, ia menjadi sosok yang dipercaya di lingkungan Red Bull.

A long and storied journey 📖
Laurent Mekies becomes Red Bull CEO with a wealth of motorsport experience behind him 👨💻#F1 @redbullracing pic.twitter.com/Ui1HbWFklzADVERTISEMENT— Formula 1 (@F1) July 9, 2025
Peran Penting di FIA dan Ferrari
Mekies melanjutkan kariernya di FIA pada 2014-2018, menjabat sebagai direktur keselamatan. Meski demikian, perannya membantu meningkatkan standar keamanan F1. Ia kemudian pindah ke Ferrari pada 2018-2023 sebagai direktur balapan, mengelola strategi tim yang kompetitif. Penggemar F1 memuji kontribusinya, meski ada yang mempertanyakan transisinya ke rival Red Bull. Pada 2024-2025, ia kembali ke Red Bull sebagai CEO, menandai puncak kariernya sejauh ini.
Pengangkatan Mekies disambut positif oleh penggemar dan analis. Pengalaman luasnya di berbagai peran dianggap akan memperkuat strategi Red Bull, terutama setelah kepergian beberapa figur kunci. Oleh karena itu, tim ini berharap ia dapat mempertahankan dominasi di musim mendatang. Meski demikian, beberapa pihak khawatir adaptasi cepat akan menjadi tantangan baginya.
Laurent Mekies membawa warisan panjang ke Red Bull Racing. Ikuti perkembangan terbaru karier Mekies dan analisis mendalam di SPORTRIK. Jangan lewatkan berita F1 terkini hanya di sini!
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Kemenangan sensasional Pastor Maldonado di GP Spanyol 2012 berubah dramatis setelah kebakaran besar melanda garasi Williams usai balapan.
Dani Juncadella memahami frustrasi Max Verstappen terhadap mobil Formula 1 2026 dan menyebut GT3 menghadirkan sensasi balap lebih murni.
Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem memastikan mesin V8 berpotensi kembali ke Formula 1 mulai 2030 dengan sistem hybrid lebih sederhana.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!