Latvala Cemas Jelang WRC 2026: Dua Juara Dikabarkan Mundur?

Latvala Cemas Jelang WRC 2026: Dua Juara Dikabarkan Mundur?
Jari-Matti Latvala. Kuva: Toyota GAZOO Racing WRT

WRC, Sportrik Media – Jari-Matti Latvala, tim prinsipal Toyota, menyuarakan kekhawatiran besar atas kepergian dua juara dunia Kalle Rovanpera dan Ott Tanak dari WRC setelah musim 2025. Ia menyebut tahun 2026 sebagai situasi yang jauh dari ideal bagi kejuaraan, terutama menjelang transisi mobil baru pada 2027. Meskipun Toyota mengonfirmasi skuad lima mobil dengan Oliver Solberg naik secara penuh waktu, Latvala menilai kehilangan talenta puncak ini meninggalkan bekas mendalam pada daya saing grid.

 

Rovanpera, juara dua kali, mengumumkan pindah ke Super Formula Jepang sebulan lalu. Sementara Tanak, juara 2019, mengonfirmasi istirahat minimal satu tahun usai Rally Japan. Dalam wawancara dengan Delfi, Latvala mengakui, "Ini meninggalkan bekas ketika dua juara pergi. 

Kita harus bertahan di 2026." Ia menambahkan, "Tahun 2026 bukan situasi terbaik sama sekali," merujuk jeda sebelum regulasi Rally1 baru yang membuka peluang bagi pembalap muda. Analisis mendalam menunjukkan dampaknya: WRC kehilangan 10 kemenangan gabungan duo itu di 2025, dengan Rovanpera meraih tiga termasuk Central Europe, dan Tanak satu podium terbatas akibat masalah teknis Hyundai.

 

Selain itu, Latvala mengungkap Tanak sempat bertanya opsi Toyota untuk 2026, tapi kursi sudah terisi oleh pemimpin tim Elfyn Evans, andalan domestik Takamoto Katsuta, pembalap paruh waktu Sebastien Ogier, serta Solberg sebagai pengganti Rovanpera yang diharapkan podium rutin. 

ADVERTISEMENT

"Saya tidak mengharapkan keputusannya, tapi saya paham. Tanak frustrasi setelah hampir gelar kedua, ditambah masalah teknis musim ini," ujar Latvala, yang pernah alami kegagalan serupa. Ia menyimpulkan, "Kekecewaan bisa menggerogoti dari dalam, memengaruhi motivasi. Kadang istirahat diperlukan, terutama untuk keluarga."

 

Analisis kami memperkirakan 2026 akan menantang: Tanpa Rovanpera (248 poin 2025) dan Tanak (potensi tinggi tapi 14 poin saja), persaingan bergantung duel Ogier-Evans (selisih 3 poin). 

Sementara Hyundai dan M-Sport kesulitan di aspal seperti Japan. Dibandingkan dominasi Toyota 32 poin pabrikan 2025, perubahan ini berisiko turunkan penonton 15-20 persen, mirip pasca-pensiun Loeb 2013 jika grid kekurangan bintang. Namun, Solberg (juara WRC2 2025) dan Pajari jadi harapan baru.

 

Prospek ke depan, Latvala yakin Toyota bertahan, tapi WRC perlu strategi retensi talenta untuk hindari tahun transisi lemah. Dengan final Saudi, fokus kini poin penutup. Kepergian ini bisa jadi pendorong reformasi 2027. Ikuti analisis WRC terkini di Sportrik.com.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU