Formula 1, Sportrik Media – Lando Norris dengan tegas menolak anggapan bahwa kegagalan strategi McLaren pada Grand Prix Qatar 2025 disebabkan oleh aturan 'papaya rules' internal tim, meskipun keputusan itu merugikan peluangnya merebut gelar juara dunia.
Insiden krusial terjadi di lap ketujuh saat safety car dikeluarkan di Sirkuit Lusail International Circuit. McLaren memilih untuk tidak memanggil kedua pembalapnya—Norris dari posisi ketiga dan pemimpin balapan Oscar Piastri—ke pit lane. Keputusan ini bertolak belakang dengan hampir seluruh grid, termasuk rival gelar ketiga Max Verstappen dari Red Bull Racing, yang memanfaatkan momen untuk menyelesaikan pit stop pertama.
Akibatnya, dengan aturan maksimum 25 lap per stint ban, Verstappen hanya perlu satu pit stop lagi di lap 32 pada kondisi hijau, sementara duo McLaren terpaksa melakukan kedua stop mereka tanpa bantuan safety car. Hal ini memaksa Piastri dan Norris untuk mengejar Verstappen di lintasan, di mana Piastri hanya mampu mendekat hingga 7,9 detik di garis finis, sementara Norris kesulitan finis keempat. Analisis mendalam menunjukkan bahwa strategi ini seharusnya memberikan fleksibilitas, tetapi justru memperlemah posisi McLaren karena degradasi ban rendah di Lusail memungkinkan pesaing bertahan lebih lama.
Klasemen pembalap kini semakin ketat menuju final di Abu Dhabi: Norris memimpin dengan 408 poin, diikuti Verstappen 396 poin, dan Piastri 392 poin—situasi pertama sejak 2010 di mana lebih dari dua pembalap bersaing hingga akhir musim. Meski begitu, Norris menegaskan bahwa 'papaya rules'—kebijakan fairness yang ditegaskan oleh CEO Zak Brown, di mana ia lebih suka kalah dari rival daripada memihak salah satu pembalap—bukan faktor penyebab blunder tersebut.
Dalam wawancara pasca-balapan dengan Sky Sports F1, Norris tertawa menanggapi spekulasi itu. "Tidak, sama sekali tidak ada hubungannya. Semua orang terus berpikir begitu, tapi itu tidak ada kaitannya," tegasnya. "Kita hanya harus percaya pada tim untuk membuat keputusan yang tepat, dan itu selalu perjudian. Saya merasa kita yang mengambil risiko, tapi itu keputusan salah, kita seharusnya tidak melakukannya, kita kehilangan kemenangan untuk Oscar, dan saya kehilangan P2." Ia menambahkan bahwa McLaren telah sukses di enam balapan sebelumnya, yang mengantarkan gelar konstruktur, meskipun Qatar bukan hari terbaik mereka.
Norris juga membandingkan performa Red Bull, yang tetap kompetitif seperti di hari Sabtu, tetapi unggul dalam pengambilan keputusan tim. "Kita sudah tahu mengapa kita tidak membuat keputusan tepat; tidak bisa selalu benar, jadi mereka lakukan tugasnya, dan saya lakukan punyaku," lanjutnya. Analisis lebih dalam mengungkap bahwa keputusan tidak melakukan double-stack—yang berisiko merugikan Norris mungkin dipengaruhi oleh dinamika internal, meskipun Norris membantahnya. Opini di platform X mencerminkan perdebatan: Banyak penggemar menyalahkan 'papaya rules' sebagai penghalang, dengan komentar seperti "Papaya rules merusak peluang Lando" yang viral, sementara yang lain mendukung Norris atas kejujurannya.
Dari perspektif strategi, perbandingan dengan tim rival seperti Ferrari menunjukkan bahwa adaptasi cepat di bawah safety car sering kali menentukan hasil. McLaren, di bawah kepala tim Andrea Stella, mengakui kegagalan antisipasi massal pit stop lawan, yang seharusnya bisa dihindari dengan split strategy untuk Piastri. Dampaknya, selain kehilangan poin krusial, juga menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi pit wall McLaren di momen penentu, mirip dengan kontroversi di Monza di mana Piastri diminta menukar posisi dengan Norris.
Meskipun demikian, Norris tetap optimis menuju Yas Marina. Dengan kecepatan MCL39 yang superior sepanjang musim—didukung oleh pemasok ban Pirelli—ia yakin bisa mengunci gelar dengan finis podium. Blunder Qatar menjadi pelajaran berharga, memperkuat tekad trio pembalap untuk balapan epik di Abu Dhabi. Prospeknya, 'papaya rules' mungkin dievaluasi pasca-musim untuk keseimbangan lebih baik antara fairness dan kompetitivitas. Pantau terus analisis mendalam di Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!