SPONSORED

Lando Norris: Adaptasi Gaya Balap Setiap Musim Adalah Tugas Saya

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Lando Norris: Adaptasi Gaya Balap Setiap Musim Adalah Tugas Saya TO NEWS OVERVIEW
Norris believes it is incumbent upon F1 drivers to keep adapting to the changing regulations

Lando Norris mengungkapkan bahwa ia harus mengubah gaya balapnya "setiap tahun dalam hidupnya" sepanjang kariernya di Formula 1, menyusul perubahan regulasi besar pada 2026 yang memaksa para pembalap beradaptasi dengan mobil yang sama sekali baru. Juara bertahan F1 ini menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk bertahan di level teratas.

Regulasi teknis anyar yang diperkenalkan pada 2026 merupakan salah satu perubahan terbesar dalam sejarah modern F1. Mobil dengan efek tanah (ground effect) kini ditinggalkan, sementara mesin V6 turbo-hibrida 1.6L mengalami revisi drastis dengan pembagian tenaga 50:50 antara baterai dan komponen ICE. Hal ini mengubah cara balapan berlangsung secara fundamental sejak awal musim.

Pembalap Lando Norris mengomentari pernyataan George Russell yang menyebut mobil 2026 terasa tidak natural. Norris, yang membela McLaren, justru melihat ini sebagai bagian dari profesinya. "Saya harus mengubah gaya balap setiap tahun dalam hidup saya," ujarnya kepada media, termasuk Motorsport Week. "Bagi dia, itu berhasil selama 20 tahun; bagi saya, tidak. Gaya saya mungkin hanya berhasil pada 2018 saat tes di Hungaria. Sejak itu, saya terus beradaptasi."

Williams FW16: Mobil Ikonik yang Menyimpan Kenangan dan Tragedi
Baca JugaWilliams FW16: Mobil Ikonik yang Menyimpan Kenangan dan Tragedi

Norris, yang memulai debut pada 2019, mengakui bahwa setiap akhir pekan balapan terasa seperti mempelajari mobil baru. "Setiap balapan, saya harus melupakan akhir pekan sebelumnya dan belajar mengendarai mobil baru," tambahnya. "Setiap pembalap berbeda, tetapi bagi saya, seluruh karier di F1 adalah tentang bagaimana mengubah gaya balap setiap musim."

ADVERTISEMENT

Komentar Russell muncul karena mobil 2026 tidak hanya lebih ringan dan lincah, tetapi juga memiliki manajemen energi yang rumit. Rekan setim Norris, Oscar Piastri, bahkan menyebut cara kerja unit tenaga ini sebagai "cara balap yang buruk". Norris sendiri menyebut MCL40 sebagai mobil paling sulit yang pernah ia kendarai sepanjang kariernya.

Meski demikian, Norris percaya bahwa pembalap di puncak motorsport harus menerima tantangan ini. "Semakin banyak pengalaman, semakin siap Anda seharusnya," jelasnya. "Jika tidak siap beradaptasi dengan mobil yang berbeda, maka level Anda kurang. Itu pekerjaan kami, kami dibayar jutaan untuk mengendarai mobil apa pun yang diberikan—baik atau buruk, mudah atau sulit."

Setelah meraih kemenangan pertamanya musim ini di GP Hungaria, Norris kini menatap paruh kedua musim dengan optimisme. Ia akan berusaha mempertahankan gelar juara dunianya pada GP Belanda akhir Agustus mendatang, di mana ia diharapkan mampu tampil lebih kompetitif setelah akhirnya menemukan ritme dengan MCL40.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU