Krisis keamanan di Timur Tengah kini memukul langsung paddock Kejuaraan Dunia Reli. Toyota dan Hyundai secara resmi mengabari FIA dan WRC Promoter bahwa mereka tidak bisa berangkat ke Arab Saudi untuk seri pamungkas musim ini.
Keputusan ini tertuang dalam surat bersama yang dikirim kedua pabrikan ke FIA, menegaskan posisi mereka di tengah situasi yang semakin memanas. Jeddah, yang direncanakan menjadi tuan rumah reli gravel pada November, masuk dalam daftar wilayah yang terkena larangan perjalanan tingkat korporat.
Larangan Korporat yang Mengikat Tim Pabrikan
Kebijakan internal Toyota Motor Corporation melarang seluruh karyawannya bepergian ke Timur Tengah, dan tim balapnya wajib patuh. Hal serupa juga diterapkan Hyundai, yang membuat kedua tim tak punya pilihan selain mundur dari putaran final.

Prinsipal Toyota, Jari-Matti Latvala, sudah sebulan lalu menyuarakan kekhawatirannya bahwa ajang ini sebaiknya dibatalkan. Kini, sikap tegas kedua pabrikan memperkuat tekanan pada penyelenggara untuk segera mengambil keputusan.
Nasib Reli Saudi Ditentukan Pekan Depan
FIA sebelumnya menjanjikan keputusan final soal Rally Saudi Arabia akan diumumkan paling lambat pertengahan September. Namun, kabar terbaru menyebut pengumuman resmi bisa datang lebih cepat, mungkin awal pekan depan.
Batas akhir pendaftaran Reli Sardinia, yang seharusnya menjadi seri kedua terakhir musim ini, pun diperpanjang hingga Senin 7 September. Langkah ini dinilai strategis agar seluruh tim mengetahui nasib Rally Saudi sebelum memutuskan ambil bagian di Sardinia.
Jika Rally Saudi benar-benar dibatalkan, musim ini berpotensi berakhir di Sardinia pada awal Oktober, atau digantikan oleh event lain yang ditunjuk belakangan. Kepastian ini tentu dinanti seluruh pecinta reli untuk menentukan arah perebutan gelar juara dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!