SPONSORED

Krisis Tenaga Red Bull: Verstappen Ledakkan Amarah, Sindir Mesin Selemah Fiat Punto

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Krisis Tenaga Red Bull: Verstappen Ledakkan Amarah, Sindir Mesin Selemah Fiat Punto
TO NEWS OVERVIEW
Krisis Tenaga Red Bull: Verstappen Ledakkan Amarah, Sindir Mesin Selemah Fiat Punto

Max Verstappen meluapkan kemarahannya melalui team radio saat sesi latihan bebas ketiga GP Italia 2026 di Monza. Empat kali juara dunia itu mengeluhkan kurangnya tenaga pada mobil Red Bull RB22 miliknya, bahkan dengan sindiran pedas yang langsung menjadi sorotan paddock.

Dalam komunikasi dengan insinyur balapnya, Gianpiero Lambiase, Verstappen melontarkan perbandingan yang menohok. Ia menyebut tenaga mobilnya lebih lemah dibandingkan mobil Fiat Punto, sebuah ungkapan yang mencerminkan frustrasi mendalam terhadap performa power unit.

Blunder Mesin di Tengah Sirkuit Kecepatan Tinggi

Keluhan ini muncul di tengah kesulitan Verstappen bersaing dengan rival-rival terdepan pada trek lurus panjang Monza. Meski berhasil mencatatkan waktu tercepat ketiga di FP3, dengan selisih tipis dari pemimpin sesi, George Russell, pembalap Belanda itu merasa ada yang salah secara fundamental.

Antonelli Tifosi Italia Bersatu: Bezzecchi dan Aprilia Turun ke Monza
Baca JugaAntonelli Tifosi Italia Bersatu: Bezzecchi dan Aprilia Turun ke Monza

Frustrasi Verstappen tidak berhenti di situ. Sebelumnya, ia juga sempat melontarkan kritik tajam saat menjalani putaran sendirian tanpa bantuan slipstream, yang dinilainya membuat laju mobil terlalu lambat. Ia menegaskan butuh bantuan aerodinamis dari mobil di depannya untuk bisa tampil kompetitif.

ADVERTISEMENT

Ketegangan semakin memuncak ketika Verstappen terlibat duel sengit dengan Lewis Hamilton di trek. Insiden itu terjadi saat ia mencoba mengikuti Ferrari milik Charles Leclerc untuk mendapatkan efek dorongan angin pada putaran terakhirnya.

Kontras dengan Status Mesin Unggulan

Menariknya, keluhan ini muncul di tengah konfirmasi FIA yang menyatakan power unit Red Bull-Ford sebagai mesin terkuat di Formula 1 musim 2026. Sertifikasi tersebut diraih setelah periode pengujian kedua yang ketat, menjadikan situasi Verstappen semakin paradoksal.

Red Bull sendiri menjalani akhir pekan yang penuh gejolak di Monza. Verstappen tercatat finis di posisi kesembilan pada sesi latihan bebas kedua, dan memilih melewatkan sesi pertama untuk memberikan kesempatan kepada pembalap penguji muda, Ayumu Iwasa. Langkah tersebut tampaknya belum membuahkan hasil optimal bagi tim.

ADVERTISEMENT

Max Verstappen kini dihadapkan pada dilema besar: bagaimana mengoptimalkan potensi mesin yang secara teknis diakui superior, namun terasa lambat di trek yang mengutamakan kecepatan murni. Red Bull Racing harus segera menemukan jawaban atas kesenjangan performa ini.

Apakah ini awal dari krisis kepercayaan diri bagi tim asal Milton Keynes? Atau sekadar drama balap yang akan mereda saat lampu start menyala? Yang jelas, tekanan terhadap Gianpiero Lambiase dan seluruh kru teknis semakin meningkat untuk membuktikan bahwa data FIA tidak berbohong.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU