Pemimpin klasemen kejuaraan dunia Formula 1, Andrea Kimi Antonelli, berhasil menghindari hukuman penalti waktu meskipun tercatat melakukan empat pelanggaran batas lintasan atau track limits dalam balapan Grand Prix Singapura di Sirkuit Marina Bay yang menempuh 62 putaran.
Berdasarkan regulasi resmi Formula 1, setiap pembalap diberikan toleransi maksimal tiga kali pelanggaran batas lintasan sebelum pengawas balapan mengibarkan bendera hitam-putih sebagai peringatan keras. Pelanggaran keempat seharusnya memicu hukuman penalti waktu lima detik, sementara pelanggaran kelima mendatangkan penalti sepuluh detik.
Dalam balapan hari Minggu tersebut, pembalap muda asal Italia ini mencatatkan total empat pelanggaran, masing-masing dua kali di Tikungan 2, satu kali di Tikungan 19, dan pelanggaran terakhir terjadi di Tikungan 7. Situasi ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan paddock serta pengamat motorsport karena sang pemimpin klasemen tidak kunjung dijatuhi sanksi.

Sejumlah laporan sempat menyebutkan bahwa tim Mercedes sukses melakukan banding untuk membatalkan salah satu catatan pelanggaran tersebut, namun pihak panah perak dengan tegas membantah klaim itu saat dikonfirmasi oleh Crash.net. Di sisi lain, badan pengatur F1, FIA, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi ketika diminta penjelasan mendetail mengenai alasan di balik lolosnya sang pembalap.
Usut punya usut, berdasarkan penelusuran regulasi Pasal B1.8.5 dalam buku aturan F1 2026, pembalap diwajibkan melakukan upaya maksimal menggunakan lintasan kecuali ada alasan yang dapat dibenarkan. FIA tampaknya memaklumi satu insiden keluar jalur yang dialami oleh pembalap andalan Lando Norris dan para rivalnya ini akibat masalah sistem pengereman pada mobil W17, serta menilai tidak ada keuntungan waktu yang didapatkan.
Kendati demikian, ketiadaan sanksi ini tetap menyisakan perdebatan sengit terkait inkonsistensi penerapan regulasi dan kurangnya transparansi dari pengawas balapan. Kasus ini kontras dengan insiden musim lalu di Marina Bay, di mana Lewis Hamilton tetap diganjar penalti lima detik akibat masalah rem serupa, yang menunjukkan adanya standar ganda dalam penegakan aturan batas lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!