Pembalap asal Prancis, Johann Zarco, baru-baru ini memberikan analisis mendalam mengenai performa motor RC213V yang dikendarainya setelah merampungkan seri balapan di Mandalika. Mantan juara dunia ini harus puas melintasi garis finis di posisi ke-13 dengan selisih waktu yang cukup jauh dari rombongan terdepan. Meski demikian, ia tetap mampu mengamankan status sebagai salah satu pembalap pabrikan sayap tunggal yang mampu menembus zona poin dalam kondisi trek yang menantang secara fisik.
Menanggapi hasil tersebut, Zarco mengaku senang karena berhasil menuntaskan balapan melelahkan tersebut tanpa kendala fisik yang berarti. Tantangan cuaca panas dan kelembapan tinggi di Sirkuit Mandalika selalu menjadi ujian terberat bagi ketahanan fisik para pembalap kelas utama. Berhasil membawa motor hingga bendera finis berkibar menjadi catatan positif yang bisa dibawa oleh tim satelit LCR musim ini, di tengah proses pengembangan motor yang masih terus berjalan secara intensif.
Kendati demikian, ritme balap yang ia tunjukkan tidak sepenuhnya memuaskan hasrat kompetitifnya di atas lintasan. Johann Zarco terpaksa memasang banyak pengaman pada gaya balapnya demi menghindari risiko kecelakaan fatal yang mengintai akibat keterbatasan traksi. Pilihan konservatif ini mau tak mau harus ia ambil meskipun harus mengorbankan catatan waktu per putaran yang jauh lebih ideal jika dibandingkan dengan potensi maksimal kuda besi miliknya.

Situasi semakin pelik ketika balapan memasuki fase-fase krusial menjelang akhir lomba. Ia sempat mendapat tekanan hebat dari pembalap pabrikan Ducati, Enea Bastianini, yang tampil trengginas di barisan belakang. Belum cukup sampai di situ, masalah teknis kecil berupa getaran aneh pada ban belakang sempat membuat sang pembalap khawatir mengalami kebocoran ban mendadak di sisa lap terakhir.
Menatap seri balapan berikutnya di Phillip Island, pembalap veteran ini tidak ingin memasang target terlalu tinggi di tengah dominasi pabrikan asal Noale yang sedang naik daun. Karakteristik sirkuit cepat di Australia diprediksi bakal menyulitkan paket aerodinamika dan mekanis Honda saat ini. Kecuali faktor cuaca seperti hujan turun mengacak-acak jalannya lomba, ia realistis bahwa peluang merebut podium puncak masih berada di luar jangkauan timnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!