SPONSORED

Kisah Luca Marini: Inspirasi dari Kejayaan Valentino Rossi di MotoGP

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Kisah Luca Marini: Inspirasi dari Kejayaan Valentino Rossi di MotoGP
TO NEWS OVERVIEW
Luca Marini speaks to Valentino Rossi at the 2026 MotoGP Czech Grand Prix. Credit: Gold and… © Gold & Goose

Valentino Rossi mungkin sudah pensiun sejak lima tahun lalu, tetapi namanya tetap menjadi legenda terbesar di MotoGP. Momen kejayaannya di era 2000-an ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi sang adik, Luca Marini, yang tumbuh besar menyaksikan langsung dari dekat.

Marini memang tidak menapaki karier secemerlang kakaknya, tetapi ia berhasil membangun jalan sendiri di kelas utama. Kini, pebalap asal Italia itu dikenal sebagai salah satu pembicara paling cerdas di paddock—kemampuan komunikasi dan pendekatan analitisnya terhadap balap menjadi aset berharga bagi Honda selama tiga tahun terakhir.

Kini, KTM menaruh harapan besar padanya. Sebagai pebalap Tech3 pada musim 2027, Marini dipercaya membantu mengembangkan motor 850cc mereka. Namun, di balik semua tanggung jawab itu, awal mula kecintaannya pada balap selalu bermuara pada sang kakak.

MotoGP 2026: Marc Marquez Ungguli Bezzecchi dalam Statistik Memimpin Lap Terbanyak
Baca JugaMotoGP 2026: Marc Marquez Ungguli Bezzecchi dalam Statistik Memimpin Lap Terbanyak

"Saat saya masih muda, saya sering bersama kakak saya di banyak tempat, di berbagai negara di dunia, merasakan dan menjalani langsung semua kesuksesannya pada saat itu," ujar Marini kepada MotoGP.com. "Kami tahu apa yang Vale [Valentino Rossi] lakukan dan raih di lintasan, tapi juga kerja keras di balik itu semua, yang memberi saya banyak inspirasi dan perasaan baik setiap saat karena saya menikmati setiap momennya."

ADVERTISEMENT

Menjadi adik dari pebalas sebesar Rossi kerap dianggap menambah tekanan. Namun, Marini menampik anggapan itu. "Saya tidak akan bilang ada lebih banyak tekanan; setiap pebalap MotoGP punya banyak tekanan, sulit bagi kami untuk bertahan di level ini," katanya. "Mungkin ketika saya pertama tiba di kejuaraan dunia, banyak orang yang sedikit lebih mengganggu saya. Saya belajar menghadapinya sejak muda."

Sejak turun penuh di kejuaraan dunia pada 2016 di Moto2, Marini berkembang menjadi profesional sejati. Meski begitu, keluarga tetap menjadi pilar penting dalam kariernya. "Memang sulit, terutama karena tekanan yang kami hadapi sepanjang tahun, khususnya di beberapa momen musim, itu berat," akunya. "Bagian tersulit adalah ketika Anda punya masalah di sini, pulang ke rumah dalam keadaan hancur."

"Semua orang punya naik turun, dan saat di titik terendah, sulit untuk melihat ke depan dan terus berjuang. Tidak mudah menghadapi saya saat sedang down, jadi Marta [istri Marini] melakukan pekerjaan luar biasa setiap saat. Dia tahu cara berbicara dengan saya—atau tidak berbicara dengan saya. Kami saling mengenal sejak lama dan saya sangat beruntung punya keluarga seperti ini, karena semuanya berjalan sesuai impian masa kecil saya," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU