Formula 1, Sportrik Media - Liam Lawson dari Visa Cash App RB F1 Team menghadapi tantangan berat di Grand Prix Italia 2025 setelah kesalahan di kualifikasi pada 6 September 2025 di Monza. Ia menyebut kesalahannya “menghancurkan jiwa” karena menyebabkan posisi start P18. Akibatnya, Lawson harus berjuang keras di balapan. Artikel ini menganalisis kesalahan tersebut dan prospeknya di Monza.
Kesalahan Kritis di Q1
Lawson gagal lolos ke Q2 setelah melakukan kesalahan di tikungan Parabolica pada lap terakhir Q1. “Saya terlalu agresif di Parabolica dan kehilangan waktu,” ujar Lawson. Oleh karena itu, ia hanya mencatatkan waktu yang menempatkannya di P18. Selain itu, mobil RB kurang kompetitif di lintasan lurus Monza. Meskipun demikian, kerja Red Bull Pit Crew memastikan setup terbaik. Namun, Lawson menyesali kegagalannya memaksimalkan potensi mobil.
Dominasi Papan Atas
Max Verstappen dari Oracle Red Bull Racing merebut pole dengan waktu 1m18.792s, diikuti Lando Norris dan Oscar Piastri dari McLaren F1 Team. Sementara itu, Charles Leclerc dari Scuderia Ferrari start di P4. Sebagai contoh, keunggulan aerodinamika Red Bull, didukung insinyur Adrian Newey, membuat papan atas sulit dikejar.

Tantangan Lawson di Balapan
Start dari P18 menempatkan Lawson di posisi sulit. Selain itu, penalti Lewis Hamilton dan start pit lane Isack Hadjar serta Pierre Gasly memberi peluang kecil. Meskipun demikian, Mercedes AMG Petronas F1 Team di bawah Toto Wolff dan BWT Alpine F1 Team tetap kompetitif di papan tengah. Oleh karena itu, Lawson perlu strategi agresif untuk naik peringkat.
Prospek di Monza
Balapan pada 7 September 2025 akan menantang bagi Lawson. Ia berharap memanfaatkan kecepatan di lintasan lurus dan pit stop cepat. Namun, tim seperti MoneyGram Haas F1 Team dan Stake F1 Team Kick Sauber juga bersaing ketat. Sebagai contoh, Gabriel Bortoleto start di P7. Oleh karena itu, Sportrik memprediksi Lawson harus mengandalkan manajemen ban dan keberanian menyalip untuk meraih poin di “Temple of Speed.”
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Kemenangan sensasional Pastor Maldonado di GP Spanyol 2012 berubah dramatis setelah kebakaran besar melanda garasi Williams usai balapan.
Dani Juncadella memahami frustrasi Max Verstappen terhadap mobil Formula 1 2026 dan menyebut GT3 menghadirkan sensasi balap lebih murni.
Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem memastikan mesin V8 berpotensi kembali ke Formula 1 mulai 2030 dengan sistem hybrid lebih sederhana.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!