Pedro Acosta mengaku sangat kesulitan di Sprint MotoGP Aragon setelah sebuah kesalahan kecil di grid membuatnya kehilangan performa. Pembalap Red Bull KTM itu finis keempat, naik dua posisi dari start keenam, tapi ia yakin hasilnya bisa lebih baik jika tidak ada insiden tersebut.
Ketika hendak mengambil posisi start, Acosta harus turun dari motor KTM RC16 untuk mendorongnya ke posisi yang benar. Namun, proses naik-turun itu justru membuat sayap jok motor patah. Kerusakan kecil ini berdampak besar pada handling motor, terutama di tikungan cepat ke kanan seperti tikungan 2, 3, dan 13.
"Saya membuat banyak kesalahan sepanjang balapan," ujar Acosta. "Saya pikir saya punya potensi lebih, jujur saja. Motor terasa cukup baik, tapi saya membuat kesalahan di grid, kehilangan posisi, harus turun dan mendorong motor, lalu mematahkan sayap di belakang. Saya benar-benar kesulitan berbelok di tikungan kanan cepat."

Akibat sayap yang hilang, Acosta melebar di tikungan 8 dan harus membiarkan Jorge Martin melewatinya. Persaingan sengit pun terjadi, dan waktu berharga pun hilang. Meski begitu, ada catatan positif: Acosta mencatatkan lap tercepat balapan di lap terakhir, sesuatu yang pertama kali ia lakukan di MotoGP.
"Saya cukup senang karena ini pertama kalinya dalam karier MotoGP saya saya membuat lap tercepat di lap terakhir. Finis keempat setelah hari yang sulit kemarin adalah hasil yang bagus," tutupnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!