Fabio Di Giannantonio mengalami akhir pekan yang berat di Aragon. Pembalap Ducati itu tersungkur pada lap kedua Sprint, menambah daftar panjang kekecewaan di musim ini. Kini, jaraknya ke puncak klasemen melebar hingga 46 poin.
Start yang cukup baik tidak bertahan lama. Diggia kehilangan kendali saat memasuki tikungan, dan motor VR46-nya pun tergelincir ke gravel. Ini menjadi 'zero' keempatnya di hari Sabtu, sebuah pukulan telak mengingat para rivalnya justru memetik poin. Hanya Ai Ogura yang absen karena cedera, sehingga peluang untuk memangkas selisih malah berubah menjadi mimpi buruk.
“Start sprint tadi sebenarnya oke, tapi saya tidak punya feeling yang bagus,” ujar Di Giannantonio, yang kesulitan terutama pada bagian belakang motornya. “Saat saya tiba di titik pengereman, posisi saya terlalu keluar dari garis ideal. Saya kehilangan ban depan dan jatuh. Untungnya saya baik-baik saja, tapi ini sangat disayangkan.”

Kegagalan ini tentu mengubah strategi tim. Alih-alih bersaing di barisan depan, fokus kini beralih pada perbaikan setelan untuk balapan utama. Meski begitu, Diggia tetap melihat sisi positif dari performa motor di sirkuit ini. “Kami akan bekerja untuk membenahi beberapa hal di motor untuk balapan besok,” tambahnya. “Kami sudah melihat bahwa Ducati sangat cepat di sini, dan itu hal yang bagus. Target saya besok adalah sedekat mungkin dengan pebalap di depan dan berusaha masuk top-5.”
Dengan 46 poin yang harus dikejar dari Jorge Martin, peluang juara dunia memang semakin tipis. Namun, konsistensi dan kecepatan yang pernah ditunjukkan Diggia musim ini tetap menjadi modal. Pertanyaannya sekarang, apakah ia bisa bangkit di balapan utama Aragon dan memangkas jarak lagi? Para penggemar tentu berharap aksi di tikungan akhir pekan ini bisa lebih manis dari sekadar drama di hari Sabtu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!