Penampilan mengecewakan Lewis Hamilton bersama Ferrari pada musim 2025 menjadi salah satu kekecewaan besar, menurut laporan lansiran Crash.net. Yang awalnya dianggap sebagai perpindahan paling dinantikan kini memunculkan spekulasi apakah karier pembalap tujuh kali juara dunia ini di Formula 1 akan segera berakhir. Namun, para ahli menilai musim ini belum menjadi bencana yang menghentikan kariernya.
Lewis Duncan menyoroti bahwa meskipun musim ini tidak berjalan mulus, performa Hamilton belum mencapai titik kegagalan total. Hamilton berhasil mencetak poin di setiap balapan kecuali satu, meskipun seharusnya ia mampu lebih baik. Charles Leclerc, yang secara umum lebih cepat, memiliki keunggulan karena pengalamannya dengan mobil Ferrari.

Ferrari dan khususnya Fred Vasseur terus mendukung Hamilton, dengan tekanan untuk sukses dalam proyek ini. Duncan optimistis bahwa jeda musim panas akan memberi waktu bagi tim untuk mengidentifikasi masalah utama dan mempersiapkan peluang besar menuju akhir musim. "Jika ada pembalap yang bisa bangkit dari lubang, itu adalah Lewis Hamilton," tegasnya.
Rachit Thukral menilai situasi pasca-GP Hungaria sebagai tantangan berat, mengingat Hamilton tampaknya sudah melewati puncak performanya. Namun, ini bukan masalah besar karena Hamilton tetap kompetitif dan dapat berkontribusi signifikan bagi Ferrari di tahun terakhir siklus regulasi saat ini.
Ferrari memiliki peluang kuat untuk finis kedua di kejuaraan, dan konsistensi Hamilton akan krusial untuk menjaga jarak dari Mercedes. Beberapa trek mendatang diperkirakan cocok untuk mobil SF-25, dan podium pertama bersama Ferrari akan menjadi pencapaian besar. Tantangannya adalah menandingi pace Leclerc, yang luar biasa musim ini. Thukral menyarankan Hamilton menutup tahun dengan positif dan bersiap untuk 2026, ketika pengurangan efek ground dapat mengakhiri masalahnya sejak 2022.
Analisis eksklusif SPORTRIK menunjukkan bahwa dukungan tim dan adaptasi mobil akan menentukan pemulihan Hamilton. Untuk pembaruan terkini, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!