SPONSORED

Jorge Martin Hadapi Dilema Operasi Usai Arm Pump di Misano

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Jorge Martin Hadapi Dilema Operasi Usai Arm Pump di Misano
TO NEWS OVERVIEW
Jorge Martin's San Marino GP was wrecked by arm pump © Gold and Goose

Jorge Martin mengaku kehilangan kendali atas motornya di MotoGP San Marino 2026 akibat arm pump, dan kini dihadapkan pada keputusan sulit: operasi atau bertahan. Pembalap Aprilia itu sempat memimpin balapan sebelum akhirnya finis kelima, sementara Marc Marquez menyamakan poin di puncak klasemen.

Arm pump, atau sindrom kompartemen kronis, adalah momok bagi pembalap. Rasa nyeri hebat di lengan bawah akibat tekanan otot yang membengkak membuat cengkeraman dan kontrol motor menurun drastis. Martin merasakannya pertama kali pada 2019 dan menjalani operasi kala itu. Kini, setelah lima tahun bebas masalah, keluhan itu kembali muncul di momen krusial perburuan gelar.

“Saya mengalami masalah besar dengan arm pump,” ujar Martin. “Sangat disayangkan. Saya rasa kami kehilangan peluang besar hari ini. Saya merasa sangat baik, memulai dengan hebat, dan bahkan sempat memimpin. Tapi kemudian saya mulai kesulitan mengerem, membuka gas, dan setiap lap semakin buruk. Pada akhirnya saya tidak bisa berbuat apa-apa; saya benar-benar kehilangan kendali atas motor.”

Arm Pump Hantui Martin di Misano, Juara Dunia Terancam
Baca JugaArm Pump Hantui Martin di Misano, Juara Dunia Terancam

Balapan di Misano menjadi pukulan telak bagi Martin. Ia tampil impresif di awal, menyalip Marquez dan sempat menjauh. Namun, masalah pada lengan kirinya membuat performa menurun drastis. Alih-alih meraih kemenangan, ia harus puas finis kelima. Kini, Marquez yang finis pertama memiliki poin yang sama dengan Martin di klasemen, menandakan persaingan juara semakin ketat.

ADVERTISEMENT

Martin tidak ingin kehilangan kesempatan meraih gelar dunia keduanya. “Saya tidak ingin menyia-nyiakan peluang ini,” tegasnya. “Saya merasa siap untuk bertarung memperebutkan gelar, hari ini saya siap bertarung untuk kemenangan. Jadi ini bukan hal yang membantu. Tapi kita perlu memeriksanya. Saya merasa siap, saya punya kecepatan, motor, tim; saya punya segalanya, tidak ada yang kurang. Tapi sekarang ada tanda tanya tentang lengan saya. Saya rasa Austria tidak akan menjadi masalah, tapi saya tidak tahu.”

Keputusan operasi bukan perkara mudah. Jadwal MotoGP sangat padat, dengan balapan beruntun di Austria, Aragon, dan Misano. Jika Martin memilih operasi, ia harus absen setidaknya satu balapan, yang bisa berakibat fatal bagi peluang juara. Namun, jika ia menunda, risiko arm pump kambuh di balapan berikutnya bisa merugikan lebih besar. Tim Aprilia dan dokter akan menjadi kunci dalam menentukan langkah terbaik.

Sebagai informasi, arm pump biasanya disebabkan oleh tekanan pada otot lengan bawah saat membalap, terutama di sirkuit dengan banyak tikungan kanan atau pengereman keras. Operasi fasciotomi dilakukan untuk mengurangi tekanan dengan membuka selubung otot. Pemulihan membutuhkan waktu beberapa minggu, tergantung tingkat keparahan. Martin pernah menjalani operasi pada 2019 dan sukses kembali kompetitif.

ADVERTISEMENT

Dengan sisa musim yang masih panjang, keputusan Martin akan sangat mempengaruhi dinamika perburuan gelar. Jika ia absen, Marquez bisa leluasa menjauh. Jika ia bertahan, risiko performa menurun tetap ada. Yang jelas, drama di MotoGP 2026 semakin memanas, dan semua mata tertuju pada Jorge Martin dan lengan kirinya.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU