MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Aprilia, Jorge Martin, resmi menerima sanksi dari steward FIM untuk kembalinya di Grand Prix Valencia akhir pekan ini, 14-16 November 2025. Penalti double long lap ini akibat tabrakan di tikungan pertama sprint Motegi bulan lalu, yang menyebabkan patah tulang bahu dan absennya Martin sepanjang musim.
Insiden tersebut melibatkan Martin dan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, di awal balapan sprint Jepang. Martin dinyatakan "berkendara secara tidak bertanggung jawab, menyebabkan kecelakaan melibatkan nomor 72" – nomor Bezzecchi. Steward FIM menunda keputusan hingga bisa mendengar keterangan Martin, yang kini siap kembali setelah operasi bahu. Analisis mendalam menunjukkan ini pelanggaran pertama Martin di musim 2025, tapi menambah beban di tengah musim penuh cedera.
Valencia akan menjadi event ketujuh Martin musim ini, setelah absen pre-season akibat crash tes Februari, melewatkan tiga ronde awal gara-gara kecelakaan latihan, dan crash lagi di Qatar yang memaksanya istirahat panjang hingga Czech GP sebelum jeda musim panas. Saat itu, ia sempat mencoba mengaktifkan klausul keluar kontrak Aprilia berdasarkan performa, tapi tim mengancam langkah hukum, memaksa Martin bertahan untuk tahun kedua. Kembalinya di Ricardo Tormo kini dibayangi penalti, yang harus diselesaikan di balapan utama jika dinyatakan fit oleh dokter MotoGP.
Jika Martin mundur karena cedera bahu yang masih dalam pemulihan, penalti dianggap tidak dilayani dan harus dijalani di event mendatang – meski Valencia adalah finale musim. Namun, mundur karena alasan lain akan memenuhi sanksi. Tim Aprilia Racing di bawah Massimo Rivola telah konfirmasi Martin berangkat ke Spanyol, tapi kebugaran tetap prioritas. Dari perspektif steward FIM, keputusan ini konsisten dengan aturan keselamatan, mirip penalti Maverick Vinales di event sebelumnya.
Dampak penalti ini terhadap Martin – juara dunia 2024 – cukup signifikan, mengingat long lap ganda memaksa ia memulai dari pit lane dan kehilangan waktu krusial di trek teknis seperti Valencia. Bandingkan dengan absennya Francesco Bagnaia akibat cedera serupa; Martin berpotensi kehilangan ritme kompetitif di akhir musim, di mana poin untuk klasemen pabrikan Aprilia masih dipertaruhkan. Namun, ini juga peluang bagi Bezzecchi untuk rebound, setelah tabrakan Motegi memengaruhi performanya di Pramac Racing.
Strategisnya, Aprilia harus adaptasi taktik pit stop dan setup RS-GP untuk mengimbangi penalti, terutama dengan Aleix Espargaro sebagai rekan setim yang stabil. Analisis menunjukkan musim 2025 Martin lebih fokus pemulihan daripada gelar, tapi kembalinya di Valencia bisa jadi penutup positif jika finis kompetitif. Steward FIM menegaskan komitmen keselamatan, mencegah insiden berantai di start race.
Secara keseluruhan, penalti ini menambah drama finale MotoGP 2025, di mana Martin berjuang lawan cedera dan konsekuensi. Dengan kebugaran yang membaik, ia berpotensi tutup musim kuat, meski penalti jadi rintangan. Prospek 2026 cerah bagi Aprilia jika duo Martin-Bezzecchi sinergis pasca-insiden ini. Pantau live action di Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!