SPONSORED

Jorge Martin Akui Marco Bezzecchi Lebih Cepat di Mugello

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Jorge Martin Akui Marco Bezzecchi Lebih Cepat di Mugello TO NEWS OVERVIEW
© Michelin

Pembalap pabrikan Aprilia, Jorge Martin, mengakui keunggulan mutlak rekan setimnya setelah finis kedua di balapan utama MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Martin menyerah kalah dari kecepatan murni sang pimpinan klasemen sementara yang tampil luar biasa sepanjang 23 putaran perlombaan. Hasil balapan hari Minggu ini langsung memberikan dampak instan berupa pelebaran selisih poin di antara sesama penunggang RS-GP menjadi 17 angka.

© Michelin

Dominasi internal ini memicu dinamika baru dalam perebutan takhta juara dunia sesama pembalap pabrikan Noale. Meskipun Martin sempat tampil lebih gemilang pada sesi Sprint Race hari Sabtu dengan mengamankan posisi kedua di depan Raul Fernandez berkat keputusan krusial mengganti ban belakang, situasi berbalik drastis pada balapan utama. Marco Bezzecchi berhasil memutus tren buruk tanpa kemenangan dalam tiga seri terakhir melalui performa klinis di hadapan publik tuan rumah.

Jalannya balapan langsung menyajikan tensi tinggi sejak putaran pembuka ketika kedua motor Aprilia melaju berdampingan berebut posisi terdepan di tikungan pertama. Momentum tersebut sempat terganggu oleh aksi agresif dari pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, yang melesat untuk menyalip kedua motor sasis RS-GP tersebut. Namun, Bezzecchi mampu merebut kembali pimpinan lomba pada putaran ke-13, sementara Martin yang menyusul Bagnaia kemudian terpaksa menyudahi balapan dengan defisit jarak 3,6 detik di belakang pemenang.

Finis Ke-18 di Mugello, Fabio Quartararo Kehilangan Motivasi
Baca JugaFinis Ke-18 di Mugello, Fabio Quartararo Kehilangan Motivasi
© Michelin

Sindrom Manajemen Ban dari Era Ducati

Secara teknis, Martin membeberkan bahwa dirinya terlalu konservatif dalam mengelola tingkat tyre degradation sepanjang jarak balapan murni. Kebiasaan mengemudi yang ia bawa dari sasis lamanya di Ducati membuatnya cenderung menyimpan performa ban belakang untuk mengantisipasi penurunan grip limit di lap-lap akhir. Namun, karakteristik sasis dan distribusi tenaga Aprilia RS-GP ternyata menuntut pendekatan mekanis yang sangat berbeda dari motor lamanya.

ADVERTISEMENT

"Secara normal bersama Ducati, saya terbiasa melakukan manajemen ban yang sangat ketat dan hal itu sangat membantu saya di akhir balapan. Namun bersama motor ini, tampaknya Marco selalu berada dalam mode menyerang penuh di setiap lap, dan strategi tersebut terbukti bekerja sangat baik untuknya. Saya masih kesulitan mengeksploitasi potensi motor di beberapa area spesifik," ungkap Martin mengevaluasi gaya balapnya secara mendalam.

Target Pembenahan Fisik Jelang GP Hungaria

Selain masalah manajemen ban dan setup emisi tenaga, faktor kebugaran fisik juga menjadi kendala utama bagi Martin di sirkuit Mugello yang terkenal sangat menuntut fisik karena tikungan cepatnya yang mengalir. Kondisi kelelahan ekstrem membuatnya tidak mampu mengimbangi engine mapping agresif yang diterapkan oleh Bezzecchi. Martin menegaskan bahwa ia harus segera melakukan transformasi gaya berkendara agar bisa tampil lebih menekan tanpa mengorbankan ketahanan fisiknya.

Menatap seri berikutnya yang akan berlangsung di GP Hungaria pada akhir pekan mendatang, Martin menjadikan kecepatan murni Bezzecchi sebagai referensi utama sekaligus motivasi terbesar untuk meningkatkan level berkendaranya. Evaluasi data telemetri internal sasis akan menjadi prioritas bagi kru mekanik demi memangkas ketertinggalan poin di papan klasemen. Martin bertekad untuk langsung menantang rekan setimnya sejak sesi latihan bebas pertama hari Jumat guna membalikkan keadaan dalam persaingan gelar juara dunia.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU