MotoGP, Sportrik Media - Johann Zarco dari Castrol Honda LCR kembali bersinar di sesi latihan bebas MotoGP Malaysia 2025 di Sirkuit Sepang, mencatatkan waktu tercepat kedua, hanya 0,019 detik di belakang Pedro Acosta. Pembalap Prancis ini menjelaskan bahwa perubahan pengaturan motor dan kecocokan dengan lintasan Sepang membantu memulihkan kepercayaan dirinya setelah serangkaian balapan yang sulit.
Zarco, yang hanya meraih satu finis 10 besar sejak posisi kedua di Grand Prix Inggris pada Mei, tampil kompetitif di Malaysia. Ia memanfaatkan kondisi cuaca yang tidak menentu untuk mencatatkan waktu cepat dan mengamankan tempat langsung di Q2.
"Saya sangat senang karena bermain dengan cuaca seperti ini sangat menyenangkan," ujar Zarco kepada MotoGP.com usai dua sesi latihan yang terganggu hujan. "Kami harus melakukan time attack lebih awal di sesi pertama, dan saya mencatatkan waktu yang bagus. Ketika hujan mulai turun, saya pikir waktu itu cukup, tapi saat lintasan mulai kering, kami harus push lagi."
Perubahan setelan motor menjadi kunci. "Saya senang karena kami mendapat peningkatan besar, yang sangat penting karena dengan waktu awal saya tidak akan lolos ke Q2," tambahnya. "Hari ini kami mencoba hal baru yang membantu saya merasa lebih baik. Saya harap besok bisa menjalani kualifikasi yang hebat dan terus bekerja dengan perasaan baik ini."
Zarco mengaitkan keberhasilannya dengan karakter lintasan Sepang. "Malaysia adalah lintasan yang saya sukai, ditambah kami punya banyak lap selama tes musim dingin. Ini membantu melakukan semacam reset," jelasnya. “Kami banyak bermain dengan setelan untuk memberikan perasaan baru.”
Zarco adalah satu dari dua pembalap Honda di 10 besar sesi latihan, bersama Joan Mir dari Honda HRC Castrol, dengan Luca Marini nyaris bergabung. Ia menyoroti kemajuan Honda sejak Agustus, yang terlihat dari hasil bagus Marini dan Mir. "Progres Honda terlihat jelas sejak Agustus dengan hasil luar biasa dari Luca dan Mir," ujarnya. "Ini konfirmasi bagus di Malaysia. Kami tidak bisa membandingkan waktu putaran dengan tes pramusim karena grip lintasan sangat berbeda, tapi kini Honda bisa bersaing di 10 besar."
Kemenangan Zarco di Le Mans dan performa Mir di Jepang menegaskan peningkatan RC213V, terutama dalam traksi dan tenaga mesin, menjadikan Honda ancaman serius di Sepang.
Dengan ritme kompetitif dan kepercayaan diri yang pulih, Zarco berpeluang meraih posisi grid terdepan di kualifikasi Sabtu. Analisis mendalam Sportrik menunjukkan bahwa adaptasi Honda terhadap kondisi lintasan Sepang yang berubah, ditambah perubahan setelan Zarco, membuatnya kandidat kuat untuk podium. Ancaman hujan tetap menjadi faktor, namun kemampuan Zarco memanfaatkan time attack awal menunjukkan kesiapan untuk sesi kualifikasi yang sengit.
Keberhasilan dua Honda di Q2 menegaskan momentum tim menjelang akhir musim 2025. Jika Zarco mempertahankan ritme, ia bisa mendukung ambisi Honda untuk kemenangan kedua musim ini, setelah Le Mans.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!