Musim World Supersport 2026 menjadi penanda akhir era bagi mesin Ducati Panigale V2 bermesin 955 cc sebelum digantikan model berkapasitas 890 cc pada tahun berikutnya. Di tengah transisi regulasi ini, pembalap Philipp Ottl yang membela tim utama Feel Racing harus bekerja keras menghadapi tantangan teknis yang semakin ketat di lintasan.
Dominasi mesin V2 asal Bologna tersebut praktis telah terkikis habis akibat penerapan sistem penyeimbang performa regulasi baru. Menurut Ottl, meskipun keunggulan kecepatan tertinggi masih terasa sangat kompetitif, masalah utama justru terletak pada sektor akselerasi saat keluar tikungan yang kini jauh tertinggal dari para rival.
Dalam perbincangan eksklusif bersama media, Ottl secara terbuka menyatakan, "Saya tidak ingin mengeluh tentang klasifikasi Ducati atau sistem itu sendiri. Tetapi jika Anda melihat klasifikasi pabrikan secara objektif, situasinya telah berubah sejak perubahan klasifikasi di Misano." Ia menambahkan bahwa kelemahan akselerasi ini semakin terasa nyata ketika ban mulai mengalami keausan menjelang paruh kedua balapan.

Kendala teknis tersebut memaksa pembalap asal Jerman ini harus berjuang ekstra keras bahkan hanya untuk mengamankan posisi start yang ideal. Pada seri balap di Estoril, meskipun selisih catatan waktunya hanya terpaut setengah detik dari peraih pole position, hal tersebut harus dibayar mahal dengan terdampar di posisi start kelima belas.
Menatap seri pemungkas di Sirkuit Jerez, Spanyol, Ottl tetap memegang keyakinan tinggi untuk menutup musim 2026 dengan hasil maksimal di atas motor lamanya. "Supaya bisa naik podium, setiap putaran harus berjalan sempurna. Kami akan mengerahkan segalanya di Jerez dan saya sangat menantikannya," pungkasnya. Baca analisis mendalam seputar WorldSSP 2026 hanya di Sportrik.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!