MotoGP, Sportrik Media - Joan Mir, pembalap Honda HRC Castrol, menegaskan bahwa timnya masih harus meningkatkan konsistensi sebelum bisa memikirkan kemenangan di MotoGP. Pernyataan ini disampaikan setelah ia meraih dua podium ketiga berturut-turut pada seri Jepang dan Malaysia dalam tur Asia musim 2025.
Meski Honda telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari performa buruk pada 2024, Mir mengingatkan bahwa perjalanan menuju puncak masih panjang. Ia menyebut bahwa saat ini, hasil balapan Honda cenderung ekstrem: berhasil naik podium atau justru berakhir di lintasan gravel.
Perbaikan Setup, Masih Kekurangan Grip
Menurut Mir, kunci dari peningkatan performa terbaru adalah penyesuaian setup yang memberinya kepercayaan diri lebih besar pada bagian depan motor RC213V. Namun, ia tetap menyoroti keterbatasan grip sebagai masalah utama, terutama di trek dengan cengkeraman rendah.
“Dari sisi setup, kami menemukan sesuatu yang memungkinkan saya mengendarai dengan cara lebih baik: saya bisa menekan bagian depan lebih keras, bisa memiringkan motor lebih baik saat masuk tikungan,” ujar Mir dalam konferensi pers pasca-balapan di Malaysia.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa peningkatan grip menjadi prioritas utama untuk musim depan agar paket kompetitif dapat digunakan di semua jenis sirkuit.
Dari Krisis Tiga Tahun Menuju Pemulihan
Honda telah mengalami penurunan performa signifikan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, kerja keras jangka panjang antara pembalap dan teknisi mulai menunjukkan hasil. Mir, yang bergabung dengan Honda sejak 2023, mengapresiasi proses pengembangan berkelanjutan yang melibatkan umpan balik intensif kepada para insinyur.
Saat ini, Mir menjadi pembalap Honda yang paling mampu memanfaatkan kemajuan tersebut. Ia unggul dibanding rekan setimnya, Luca Marini, yang lebih konsisten namun belum mencapai podium, serta Johann Zarco yang meraih kemenangan di Prancis pada awal musim.
Konsistensi Sebelum Kemenangan
Ketika ditanya mengenai peluang Honda kembali meraih kemenangan, Mir menjawab dengan hati-hati. Ia menolak berbicara tentang langkah teratas sebelum tim mampu secara rutin finis di posisi tiga besar.
“Kami harus berjalan dulu sebelum bisa berlari. Penting untuk mengkonsolidasikan posisi podium ini. Saat ini, kami finis di podium atau di lintasan – ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Mir menjelaskan bahwa motor saat ini masih menuntut pengendara untuk mendorong 150 persen setiap lap, sehingga risiko kesalahan sangat tinggi. Peningkatan stabilitas dan kemudahan pengendalian menjadi kunci untuk mengurangi tekanan tersebut.
Harapan Masa Depan Honda
Meski tantangan masih besar, Mir optimistis dengan kemampuan tim teknik Honda. Ia percaya bahwa dengan data yang terus dikumpulkan dan kerja sama intensif, tim dapat menemukan margin peningkatan yang diperlukan untuk kembali kompetitif di semua sirkuit.
Musim 2025 akan segera berakhir, namun fondasi yang dibangun tahun ini diharapkan menjadi landasan bagi performa lebih baik pada 2026. Bagi Mir, target utama bukanlah kemenangan sesaat, melainkan konsistensi yang membawa Honda kembali ke barisan depan secara berkelanjutan.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!