SPONSORED

Joan Mir Sebut Marc Marquez Di Ambang Juara Dunia Karena Rival Gagal Atasi Tekanan

Notifikasi
Sportrik Media
Sportrik Media
0
Joan Mir Sebut Marc Marquez Di Ambang Juara Dunia Karena Rival Gagal Atasi Tekanan
TO NEWS OVERVIEW
Joan Mir Sebut Marc Marquez Di Ambang Juara Dunia Karena Rival Gagal Atasi Tekanan

Persaingan ketat perebutan gelar juara dunia balap motor paling bergengsi di muka bumi kini memasuki fase krusial. Marc Marquez semakin kokoh di puncak klasemen sementara usai menampilkan performa impresif di paruh akhir musim. Dominasi pembalap asal Spanyol ini bahkan mengundang komentar terbuka dari kompatriotnya sekaligus tumpuan tim pabrikan Honda HRC, Joan Mir, yang blak-blakan membedah mentalitas sang kompatriot.

Dilansir dari Motosan.es, pembalap asal Mallorca tersebut menilai bahwa peraih delapan gelar juara dunia itu berada dalam kondisi psikologis yang sangat matang. Konsistensi tinggi yang ditunjukkan di atas lintasan membuat para pesaing terdekatnya mulai kewalahan menghadapi gempuran poin demi poin. Menurut Mir, keunggulan teknis serta ketenangan mental menjadi pembeda utama yang membuat rival-rivalnya kelabakan.

"Saya melihat Marc sangat fokus pada apa yang harus ia lakukan, tanpa melakukan kesalahan apa pun," ujar Joan Mir mengulas performa sang pemuncak klasemen. "Secara pribadi, saya yakin ia sudah sangat dekat dengan gelar juara karena para pembalap lain tidak mampu menahan tekanannya," imbuhnya menegaskan superioritas rivalnya tersebut.

Fabio Quartararo Sebut Performa Yamaha di Sepang Murni Kerja Keras Pembalap
Baca JugaFabio Quartararo Sebut Performa Yamaha di Sepang Murni Kerja Keras Pembalap

Selain membahas dominasi di jajaran teratas, peraih gelar juara dunia musim 2020 ini juga membeberkan perjuangannya sendiri di sesi balap akhir pekan Sepang. Memulai lomba dari rombongan tengah memberikan tantangan tersendiri bagi pengemudi motor pabrikan Jepang tersebut, terutama masalah suhu ban depan dan aerodinamika ketika harus bertarung dalam rombongan besar.

ADVERTISEMENT

"Saya berada di kelompok tengah, menyadari bahwa sirkuit ini biasanya minim drama insiden. Balapan berjalan seperti kereta panjang, dan semakin ke belakang posisi Anda, semakin besar pula kesulitan yang Anda hadapi dengan ban depan saat melakukan pengereman dan aspek lainnya," ungkap Mir mengenai sulitnya melibas tikungan demi tikungan.

Situasi balapan sempat diwarnai drama cuaca ketika awan mendung mulai menyelimuti area sirkuit. Memanfaatkan posisi di luar perebutan gelar utama, Mir sempat mengambil keputusan berani untuk masuk ke pit demi mengganti motor ketika rintik air mulai turun di beberapa titik lintasan.

"Saya mulai melihat langit tampak cukup gelap dan hujan turun di tikungan keempat. Saat itu saya berpikir, mungkin hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil keputusan berani karena kami tidak sedang mempertaruhkan apa pun. Saya mengambil risiko, tetapi strategi itu tidak berhasil. Hujan lebat tidak turun hingga lap terakhir, jadi itu bukan momen yang tepat, meskipun dalam situasi seperti ini Anda tidak akan pernah tahu," pungkasnya menyesalkan hasil strategi spekulatif tersebut.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU