Joan Mir Minta Maaf ke Marini, Namun Pertanyakan Potensi Hukuman FIM

Joan Mir Minta Maaf ke Marini, Namun Pertanyakan Potensi Hukuman FIM
Joan Mir © Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Joan Mir mengakui kesalahannya atas tabrakan dengan rekan tim Honda Luca Marini di Sprint Race Valencia MotoGP 2025, menyatakan "sangat menyesal" tapi yakin "tak ada yang bisa menyalip" jika ia menerima hukuman dari FIM stewards. Insiden di Turn 2 lap kedua—di mana Mir mengunci roda depan saat menyalip Marini mengakhiri balapan keduanya, di tengah perjuangan Honda yang lebih berat dari ekspektasi di Sirkuit Ricardo Tormo.

 

Selain itu, analisis mendalam menunjukkan bahwa tabrakan ini mencerminkan tekanan tinggi Mir untuk pulih dari start buruk dari posisi ke-10, setelah kehilangan posisi akibat insiden dengan Brad Binder di Turn 2. "Saya kehilangan roda depan saat menyalip Luca, dan membuatnya jatuh," ujar Joan Mir kepada media pasca-balapan, seperti dilaporkan Crash.net. 

"Seperti yang bisa dibayangkan, saya sangat menyesal. Anda tak pernah ingin ini terjadi. Saya minta maaf kepada dia, kepada tim, karena ini bukan gaya saya."

Kutipan Mir ini menekankan bahwa manuvernya “bukan gerakan gila” ia merasa punya kecepatan lebih setelah kehilangan tiga-empat posisi di awal, dengan titik pengereman "tidak luar biasa" meski ban dingin di lap kedua. Saat ditanya soal kemungkinan bertemu kepala steward FIM Simon Crafar, Mir menambahkan: "Mungkin Simon akan panggil saya, saya yakin. Tapi saya tidak terlalu khawatir. Ini realitas, tapi yang terjadi seperti yang saya katakan. Ini bukan tikungan di mana tak ada yang menyalip. Saya kehilangan roda depan, dan sialnya, saya tabrak Luca. Saya pikir jika mereka hukum ini, tak ada yang bisa menyalip lagi."

 

ADVERTISEMENT

Dari perspektif tim, Honda kesulitan lebih dari ekspektasi di akhir pekan ini, dengan hanya dua pembalap lolos Q2: Mir ke-10 dan Johann Zarco ke-11 dari Castrol Honda LCR. Mir menyalahkan kondisi trek dingin dan ban depan yang lebih lembut dari biasa, yang menghambat diferensiasi pengereman. "Semua di tim tak ingin concession ini," jelasnya. 

“Kami ingin bilang bisa balikkan situasi. Tapi, benar bahwa akhir pekan ini masalah lebih dari ekspektasi. Hanya saya yang punya sesuatu, tapi tak luar biasa, karena kami kesulitan lebih dari akhir pekan sebelumnya.”

Analisis lebih dalam mengungkap bahwa Honda kini butuh sembilan poin lagi di GP utama besok untuk capai 35% poin maksimal konstruktor (285 poin) agar naik ke C concession bersama Aprilia dan KTM. Mir, yang finis 1,5 persepuluh detik lebih cepat dari rekan tim di latihan Jumat, kehilangan keunggulan dengan senyawa ban keras. 

"Dengan ban depan lembut ini, saya tak bisa bedakan di pengereman," tambahnya. "Kemarin di latihan, saya 1,5 persepuluh detik lebih cepat dari rekan tim, tapi hari ini sama seperti mereka. Jadi, saya tak bisa unggul, dan dengan senyawa keras, saya lebih kuat secara alami."

 

Lebih lanjut, insiden ini menambah narasi tantangan Honda HRC di 2025, di mana Luca Marini dari Honda HRC Castrol juga kesulitan start dari P14. Mir, juara dunia 2020, menargetkan poin besok untuk hindari concession, tapi gap tiga persepuluh detik dari pole menunjukkan gap dengan Ducati dan Aprilia. Opini di X menyoroti: "Mir minta maaf tulus, tapi Honda butuh solusi radikal 2026," tulis analis.

Secara keseluruhan, tabrakan Mir-Marini jadi sorotan dramatis akhir musim, tapi GP besok beri kesempatan Honda pulih. Dengan Brad Binder dari Red Bull KTM finis P8, persaingan belakang tetap ketat. Pantau update di Sportrik.com.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU