MotoGP, Sportrik Media – Joan Mir dari Honda menyatakan bahwa podium ganda pertamanya musim ini di Motegi dan Malaysia telah mengangkat semangat seluruh tim, memungkinkan mereka "secara bawah sadar memberikan lebih banyak" menjelang Grand Prix Portugal di Portimao. Sebagai juara dunia 2020 yang sempat kesulitan selama tiga setengah tahun di Honda, Mir kini kembali ke Eropa dengan keyakinan yang lebih tinggi, meskipun ia masih berada di peringkat 15 klasemen pembalap dengan 25 kali gagal finis dari 40 start sepanjang 2025.
Podium ketiga di Motegi dan Malaysia bukan hanya pencapaian pribadi bagi Mir, tetapi juga titik balik bagi proyek Honda yang sempat terpuruk. Setelah meninggalkan Suzuki pada akhir 2022, Mir kesulitan beradaptasi dengan RC213V, yang sering kali kurang kompetitif di trek-trek berkecepatan tinggi. Namun, performa impresif di flyaway races ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan motor, terutama di aspek handling dan daya tahan ban. Oleh karena itu, Mir optimis menghadapi Portimao, sirkuit undulasi yang secara historis lebih menguntungkan baginya ia meraih podium terakhir dengan Suzuki di sana pada 2021, dan finis ke-12 sebagai pembalap Honda terbaik pada Maret lalu.
“Kami akan lihat, tapi memang benar ekspektasi untuk trek ini biasanya sedikit lebih tinggi daripada Sepang,” ujar Mir pada Kamis.
“Sepang, secara historis, adalah trek di mana kami kesulitan dan kami bisa membuat akhir pekan bagus di sana. Jadi mengapa tidak di sini?”
Analisis mendalam mengungkapkan bahwa keberhasilan di Sepang, di mana Honda biasanya lemah, menjadi indikator kuat bahwa upgrade aerodinamika dan setup suspensi musim dingin telah membuahkan hasil, meskipun tantangan konsistensi tetap menjadi prioritas utama.
Kepercayaan diri Mir dan tim kini mencapai level tertinggi musim ini, sebuah perubahan yang ia rasakan secara intuitif.
“Kami cepat, tapi kami perlu menemukan konsistensi itu. Tidak mungkin menyerang 120 persen sepanjang balapan. Kami harus bekerja pada itu, untuk sedikit lebih tenang dan balap dengan margin lebih besar,” tambahnya.
Hal ini mencerminkan kedewasaan sebagai veteran yang memahami batas fisik dan mental di MotoGP, di mana tekanan untuk memaksimalkan setiap kesempatan sering kali mengarah pada kesalahan. Meskipun demikian, fans menikmati gaya agresif Mir yang mendorong RC213V ke limitnya, sebuah elemen yang menambah daya tarik narasi Honda sebagai tim yang bangkit dari keterpurukan.
“Ketika Anda punya opsi untuk berjuang demi sesuatu yang berharga, Anda selalu memberikan sesuatu lebih,” katanya.
“Saya pikir itu secara bawah sadar sedang terjadi pada kami saat ini. Kami mampu memberikan lebih karena suasana hati bagus. Kami tahu jika membuat akhir pekan sempurna, kami bisa capai hasil sangat baik.”
Pendekatan ini tidak hanya memotivasi rekan setim seperti Luca Marini, tetapi juga menarik perhatian rival seperti Ducati, yang kini harus waspada terhadap kebangkitan Jepang di paruh akhir musim.
Dari perspektif strategis, tantangan terbesar Honda tetap pada pencapaian konsistensi di sirkuit Eropa yang menuntut presisi tinggi, seperti Portimao dengan blind corners-nya yang memerlukan kepercayaan mutlak. Mir menekankan,
“Ini trek spesial. Banyak tikungan buta. Anda butuh banyak kepercayaan untuk balap di sini.”
Analisis data menunjukkan bahwa podium Mir telah meningkatkan poin Honda di konstruktor dari posisi bawah menuju midfield, meskipun masih tertinggal jauh dari Ducati dengan 713 poin. Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi pabrikan lain, seperti Aprilia, yang menghadapi dinamika serupa dalam pengembangan motor 2025. Meskipun Mir menikmati proses ini
“Saya harap orang-orang menikmati menontonnya saya juga menikmatinya tapi untuk temukan konsistensi, mungkin kami perlu sedikit pelan-pelan!”
fokus tim kini pada keseimbangan antara ambisi dan pengelolaan risiko, terutama dengan empat seri tersisa yang bisa menentukan posisi akhir.
Secara keseluruhan, turnaround Honda melalui podium Mir bukan hanya cerita sukses individu, tetapi juga momentum tim yang bisa membawa mereka ke level kompetitif di 2026. Dengan Portimao sebagai ujian berikutnya pada November 2025, prospek podium lanjutan tampak realistis, asalkan konsistensi menjadi kunci utama. Hal ini menjanjikan akhir musim yang lebih hidup bagi penggemar MotoGP, di mana perjuangan Mir menjadi simbol ketekunan. Untuk pembaruan terkini, kunjungi Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!