Jack Miller mengakhiri spekulasi tentang masa depannya dengan menandatangani kontrak multi-tahun bersama tim pabrikan Yamaha di World Superbike (WorldSBK) mulai musim 2027. Pengumuman ini disampaikan jelang Grand Prix San Marino di Misano, menandai berakhirnya karier pembalap Australia tersebut di MotoGP setelah musim 2026.
Miller, yang telah meraih empat kemenangan balapan di kelas premier, bergabung dengan Yamaha pada 2025 setelah meninggalkan KTM. Namun, dua musim bersama tim satelit Pramac Yamaha berjalan jauh dari harapan. Meski demikian, ia menyatakan kepuasannya bisa tetap berada dalam keluarga Yamaha. "Tentu saja, sangat senang bisa mengumumkan masa depan saya, memiliki rencana untuk beberapa tahun ke depan," ujar Miller dalam sesi jumpa pers di Misano, Kamis (3/9). "Dan melanjutkan dengan merek seperti Yamaha, merupakan kesenangan besar bagi saya untuk tetap berada di keluarga ini, terus bekerja dengan banyak orang dan membangun hubungan yang kami miliki."
Selama dua tahun di MotoGP bersama Yamaha, Miller mengakui hasil yang diraih belum sesuai ekspektasi. "Jujur, secara hasil, saya berharap lebih dalam dua tahun terakhir," akunya. "Tapi di saat yang sama, kami memiliki banyak hal yang harus dihadapi, baik saya sebagai pembalap maupun mereka sebagai pabrikan, berusaha meningkatkan motor. Saya yakin kami sedang membuat kemajuan, kami berada di jalur yang benar; hanya saja sayang waktu kami di MotoGP bersama akan berakhir, tapi waktu kami di Superbike akan dimulai."

Kepindahan Miller ke WorldSBK menandai babak baru dalam kariernya. Ia akan mengendarai Yamaha R1, setelah sebelumnya menunggangi M1 di MotoGP. "Kami mencoba melakukan apa yang kami bisa dengan M1 dan sekarang kami akan mencoba melakukan apa yang kami bisa dengan R1," tegasnya. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah jadwal MotoGP yang berakhir pada akhir November, sehingga menyisakan waktu terbatas untuk pengujian dengan R1. "Ini menyebalkan," ujarnya menggambarkan akhir musim MotoGP. "ASBK (Australian Superbike Championship) berlangsung sepanjang musim panas. Saya sedang mempertimbangkannya. Tapi pada saat yang sama, kami mungkin akan melakukan tes WorldSBK sekitar tanggal 10 Desember. Jadi, saat saya melakukan itu, pulang, ada 15 hari sebelum Natal. Lalu kembali ke Eropa pada Januari untuk tes lagi. Jadi, mencari waktu akan sulit."
Meski demikian, Miller tetap optimistis menyambut musim 2027. "Semoga kalender Superbike tahun depan lebih baik dan kami bisa sedikit menebus libur sepanjang tahun," harapnya. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk terlibat dalam pengujian MotoGP Yamaha jika diperlukan. "Mereka memiliki Augusto Fernandez. Dia punya kontrak. Jika mereka membutuhkan saya, saya tidak akan pernah menolak. Itu saja," pungkasnya.
Kepindahan Miller ke WorldSBK menjadi sinyal ambisi Yamaha untuk bangkit di kejuaraan superbike. Pabrikan asal Iwata tersebut belum meraih gelar sejak 2009 bersama Ben Spies, dan kedatangan Miller diharapkan membawa pengalaman serta kecepatan yang dibutuhkan untuk bersaing dengan dominasi Ducati dan Kawasaki. Dengan kontrak multi-tahun, Miller memiliki waktu untuk beradaptasi dan membantu pengembangan R1.
Sementara itu, kursi yang ditinggalkan Miller di Pramac Yamaha untuk MotoGP 2027 masih menjadi tanda tanya. Namun, fokus Miller saat ini adalah menyelesaikan musim 2026 dengan baik dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk debut WorldSBK-nya. Pengalaman dan determinasinya akan menjadi aset berharga bagi Yamaha dalam menghadapi persaingan ketat di WorldSBK.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!