Kris Meeke membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Pada akhir pekan lalu, pembalap berusia 47 tahun itu kembali berlaga di ajang European Rally Championship (ERC) untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, tepatnya di Wales. Hasilnya? Ia mengalahkan Teemu Suninen, yang sekaligus mengunci gelar juara Eropa di rally yang sama, dengan selisih 38,6 detik. Sebuah pernyataan tegas bahwa kecepatan Meeke belum pudar.
Kemenangan ini bukan sekadar nostalgia. Meeke, yang dikenal dengan gaya membalapnya yang agresif dan sering kali spektakuler, menunjukkan bahwa ia masih bisa bersaing di level tertinggi. Kris Meeke memang tidak pernah benar-benar kehilangan insting kompetitifnya, meski sudah lama absen dari panggung ERC. Kemenangan atas Suninen, yang sedang dalam performa terbaiknya, menjadi bukti nyata bahwa pengalaman dan kecepatan alaminya masih sangat relevan.
Setelah penampilan impresif tersebut, rumor pun mulai berembus. Laporan yang beredar di dunia maya menyebutkan bahwa Meeke akan kembali turun di Rally Six Cities North of Portugal pada 23–25 Oktober mendatang. Namun, saat dihubungi oleh DirtFish, Meeke menegaskan bahwa kesepakatan belum tercapai. "Saya pasti ingin berada di sana. Kami sedang mengusahakannya, jadi kita lihat saja nanti," ujarnya.

Mengapa Portugal? Ada beberapa alasan kuat. Meeke memiliki rekam jejak yang impresif di kejuaraan rally Portugal. Tahun lalu, ia finis sebagai runner-up di Portuguese Rally Championship, dan pada 2024 ia berhasil merebut gelar juara. Kondisi jalan dan karakteristik medan di Portugal sudah sangat ia kenal. "Saya sudah sangat familiar dengan jalanan di sana," tambahnya. Tak heran jika ia sangat antusias untuk kembali.
Menariknya, Meeke meraih gelar juara Portugal bersama Hyundai, tetapi tahun lalu ia pindah ke Toyota. Toyota bukanlah merek yang asing baginya, karena ia juga pernah membalap untuk tim asal Jepang itu di WRC pada 2019. Kini, dengan Toyota, ia memiliki kesempatan untuk kembali menunjukkan tajinya di medan yang sudah ia kuasai.
Namun, ada dimensi lain yang membuat Rally Portugal menjadi lebih dari sekadar penutup musim ERC. Dalam skenario paling liar, Portugal disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Rally Saudi Arabia yang tengah terancam. Putaran kedua terakhir WRC akan digelar di Sardinia pada akhir pekan pertama Oktober, sehingga secara logistik dan jadwal, pergantian itu mungkin dilakukan. Pertanyaannya, apakah penyelenggara bersedia dan siap menjadi tuan rumah dua kejuaraan sekaligus? Tentu itu soal lain.
Terlepas dari itu, partisipasi Meeke di putaran ERC Portugal akan menjadi panggung sempurna untuk menunjukkan kemampuannya menjelang musim depan. Jika ia berniat kembali ke level WRC atau terlibat dalam program pengembangan tim baru, penampilan di Portugal bisa menjadi batu loncatan. Usianya memang 47 tahun, tetapi penampilan di Wales membuktikan bahwa kecepatannya masih bisa diandalkan. Toyota pun tampaknya masih memberinya kepercayaan. Kita tunggu saja apakah peluang itu benar-benar terwujud.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!