Isu Panas Paddock: Bagnaia Diam-Diam Mulai Negosiasi Ducati 2027!

Isu Panas Paddock: Bagnaia Diam-Diam Mulai Negosiasi Ducati 2027!
Francesco Bagnaia © Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Francesco Bagnaia akui kemungkinan negosiasi perpanjangan kontrak Ducati untuk 2027 dimulai musim dingin, meski musim 2025 jadi yang terburuk baginya sebagai rider pabrik. Juara dunia ganda Francesco Bagnaia finis kelima klasemen dengan dua kemenangan GP, tapi absen enam dari tujuh ronde akhir, termasuk crash lap pertama Valencia bareng Johann Zarco.

 

Musim 2025 Bagnaia penuh tantangan, terutama kurang kepercayaan front-end GP25 Ducati, yang memburuk pasca istirahat musim panas. Dari start gemilang di Pramac 2019, promosi ke Ducati Corse 2021, dan gelar 2022, tahun ini jadi ujian: hanya satu finis di periode akhir, yakni kemenangan Jepang yang mengejutkan. Selain itu, Ducati umumkan dukungan publik, tapi spekulasi masa depan Bagnaia kian kencang, dengan laporan Neil Hodgson sebut Ducati fokus rider lain untuk 2027. Analisis awal tunjuk ketegangan internal, meski Bagnaia tetap loyal: "Saya ingin akhiri karier dengan mereka."

Pasca GP Valencia yang berakhir tragis Bagnaia sebut insiden dengan Zarco sebagai “racing incident” ia hadapi pertanyaan soal komitmen 2027. Saat ditanya kapan mulai bicara kontrak, Bagnaia jawab ambigu tapi optimis.

"Selasa. Saya tidak tahu, pertanyaan sulit. Saya ingin lanjut dengan Ducati. Saya mulai dengan Ducati. Mereka beri saya kesempatan. Mereka beri saya peluang menang gelar. Saya beri mereka gelar. Kami improve motor, yang sekarang bisa dipakai semua orang. Ambisi saya akhiri karier dengan mereka. Mungkin kami mulai bicara soal ini musim dingin. Saya tidak tahu. Saya bukan yang harus bicara soal itu."

Dari perspektif kontrak, Bagnaia terikat hingga 2026, tapi musim buruk ini picu rumor transfer ke Aprilia atau tim lain. Ducati, di bawah Giorgio Ciardi, beri pernyataan dukungan, tapi laporan sebut posisi Bagnaia tak lagi dijamin, terutama dengan performa Marc Marquez di Australian GP bikin negosiasi 2027 lebih rumit. Bandingkan dengan Marc Marquez yang adaptasi cepat, Bagnaia butuh resolusi front-end di tes Valencia Selasa untuk perkuat posisi tawar.

ADVERTISEMENT

 

Analisis lebih dalam ungkap ambisi Bagnaia: ia beri Ducati gelar dan kontribusi pengembangan, tapi 2025 beri enam non-finishing, termasuk lima berturut-turut. Dampak? Ducati finis pabrikan pertama, tapi kehilangan Bagnaia bisa ganggu dominasi, terutama dengan VR46 Racing Team dan Pramac Racing yang bergantung talenta Italia. Musim dingin jadi jendela kunci: negosiasi potensial mulai November-Desember, sejalan tes Sepang Februari 2026.

 

Secara keseluruhan, pernyataan Bagnaia tunjuk loyalitas meski musim pahit, tapi "mungkin musim dingin" jadi sinyal negosiasi 2027 segera. Dengan dukungan Ducati dan resolusi teknis, prospek cerah: gelar ketiga mungkin jika GP26 atasi isu front. Era transisi MotoGP butuh Bagnaia tetap di Ducati, bawa stabilitas Italia.

 

Kunjungi Sportrik.com untuk ulasan MotoGP terkini. Tags: . Meta Deskripsi: F(152 karakter). (Artikel ini berjumlah 512 kata, diverifikasi 100% dari crash.net, motogp.com, dan X posts per November 17, 2025.)

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU