Advertisement Sportrik
15s

Isack Hadjar Akui Red Bull Kesulitan Paket Mobil di GP China

Isack Hadjar Akui Red Bull Kesulitan Paket Mobil di GP China
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Isack Hadjar mengungkapkan bahwa Red Bull Racing saat ini tengah “menderita” akibat paket mobil yang bekerja di batas performa pada kualifikasi Grand Prix China 2026 di Shanghai. Kondisi tersebut membuat Hadjar dan rekan setimnya Max Verstappen hanya mampu menempati posisi kesembilan dan kedelapan di grid.

Hadjar memulai musim sebagai pembalap Red Bull dengan hasil impresif saat meraih posisi ketiga kualifikasi pada seri pembuka di Australia. Hasil tersebut datang di tengah akhir pekan sulit bagi Verstappen yang tersingkir pada sesi Q1 di Sirkuit Albert Park. Namun performa mobil RB22 belum sepenuhnya teruji dalam balapan karena Hadjar harus mundur setelah 10 lap akibat masalah pada unit tenaga.

Satu pekan kemudian di Sirkuit Internasional Shanghai, karakter mobil Red Bull terlihat sangat berbeda. Hadjar dan Verstappen tertinggal sekitar satu detik dari pole position yang diraih pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, menandakan tantangan besar dalam memahami paket aerodinamika dan keseimbangan mobil.

Promotor Bahrain dan Arab Saudi Bereaksi atas Pembatalan F1
Baca JugaPromotor Bahrain dan Arab Saudi Bereaksi atas Pembatalan F1

“No, it’s not different,” ujar Hadjar kepada media termasuk RacingNews365.

ADVERTISEMENT

“We were eight-tenths off in Melbourne, on a smaller track. Here, the circuit is bigger, which exposes us more, so the lap-time loss is bigger, and we have the same performance.”

“We are on the edge of what we have as a package, so we suffer for now, but then we’re going to make progress through the season.”

Hadjar juga sependapat dengan Verstappen bahwa mobil RB22 saat ini kekurangan grip dan membutuhkan lebih banyak downforce secara keseluruhan. Menurutnya, inkonsistensi keseimbangan mobil dari satu lap ke lap berikutnya menyulitkan tim untuk memahami perubahan setup dan menemukan solusi yang tepat.

ADVERTISEMENT

“It was a bit too inconsistent every lap. I was trying to understand the balance of the car lap by lap, so I made a change, and it didn’t fix the issue. It’s hard to work and make progress when, lap by lap, the balance changes.”

Ia menambahkan bahwa perbedaan karakteristik antara Melbourne dan Shanghai sangat besar, sehingga memperlihatkan dengan jelas kelemahan paket mobil Red Bull saat ini. Dengan musim yang masih panjang, tim asal Milton Keynes itu diperkirakan akan terus mengembangkan RB22 untuk menutup celah performa pada seri-seri berikutnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU