SPONSORED

Helmut Marko Ungkap Alasan Racing Bulls Harus Pilih Tsolov Ketimbang Liam Lawson

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Helmut Marko Ungkap Alasan Racing Bulls Harus Pilih Tsolov Ketimbang Liam Lawson
TO NEWS OVERVIEW
Helmut Marko believes Liam Lawson should be replaced by Nikola Tsolov at Racing Bulls in 2027. Image: XPB Images

Masa depan Liam Lawson di grid Formula 1 musim depan masih berada di dalam ketidakpastian besar, meskipun ia telah menunjukkan performa yang cukup solid bersama tim Racing Bulls. Hingga saat ini, manajemen tim belum juga mengumumkan formasi pembalap resmi untuk menghadapi kompetisi mendatang, di tengah memanasnya persaingan kursi panas paddock.

Situasi ini semakin rumit karena Racing Bulls harus mempertimbangkan opsi untuk mempertahankan Lawson atau membuka jalan bagi talenta muda asal Bulgaria, Nikola Tsolov. Penampilan impresif Tsolov di ajang Formula 2 musim ini berhasil melambungkan namanya ke jajaran teratas kandidat promosi, menempatkannya di posisi kedua klasemen sementara di bawah Rafael Camara.

Menanggapi dinamika panas ini, penasihat senior motorsport asal Austria tersebut dengan tegas menyatakan bahwa filosofi pengembangan pembalap junior harus tetap dijunjung tinggi di atas segalanya. Dalam wawancaranya dengan surat kabar Krone, ia merujuk pada prinsip fundamental yang selalu dipegang teguh oleh mendiang pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, dalam membangun skuad juara.

Analisis GP AS 2026: Pertarungan Ketat Empat Tim Teratas F1 di Austin
Baca JugaAnalisis GP AS 2026: Pertarungan Ketat Empat Tim Teratas F1 di Austin

“Saya setuju dengan ucapan Mateschitz: 'Kami tidak membeli bintang, kami membuat bintang.' Kami selalu mencari pembalap kami sendiri yang bisa memenangkan Grand Prix. Terlepas dari beberapa pengecualian, cara itu terbukti berhasil,” ujarnya menjelaskan sudut pandang filosofis tersebut.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika berpegang teguh pada prinsip sejarah tim, keputusan sulit antara mempertahankan pengalaman Lawson atau mempromosikan darah baru seharusnya memihak kepada Tsolov. Pendekatan ini kembali menegaskan bahwa program pembinaan usia dini Red Bull lebih mengutamakan pembentukan bakat murni ketimbang mempertahankan pembalap mapan.

Perdebatan seputar masa depan karier Lawson ini juga beririsan dengan sorotan tajam terhadap masa lalunya di tim utama. Buku otobiografi terbaru mantan Prinsipal Tim Christian Horner bertajuk Drive mengungkap bahwa dirinya sempat menentang promosi kilat Lawson untuk mendampingi Max Verstappen pada tahun 2025 silam, sebuah klaim yang langsung memicu polemik internal.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU