Helmut Marko Kritik Pernyataan Red Bull: Alasan Kepergian 'Penuh Omong Kosong'?

Helmut Marko Kritik Pernyataan Red Bull: Alasan Kepergian 'Penuh Omong Kosong'?
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media – Helmut Marko, penasihat motorsport lama tim Red Bull Racing, secara terbuka mengkritik pernyataan resmi tim mengenai kepergiannya pada akhir 2025. Menurut Marko, alasan yang disebutkan dalam rilis pers tersebut tidak mencerminkan keputusannya yang sebenarnya.

 

Red Bull mengumumkan kepergian Marko pada 9 Desember 2025, tak lama setelah Grand Prix Abu Dhabi yang menutup musim. Dalam rilis itu, Marko dikutip mengatakan bahwa kegagalan meraih gelar juara dunia 2025 telah memengaruhi dirinya secara mendalam dan membuatnya sadar bahwa saat ini adalah momen tepat untuk mengakhiri chapter panjangnya. Namun, dalam wawancara eksklusif dengan De Limburger, Marko menyebut rilis pers tersebut "penuh omong kosong".

 

"Saya tidak ingin membahas terlalu detail, tapi saya tidak membaca rilis pers penuh omong kosong itu," ujar Marko. Ia menegaskan bahwa gelar kelima berturut-turut untuk Max Verstappen tidak akan mengubah keputusannya. Meski demikian, Marko mengakui bahwa banyak hal telah berubah di tim dalam waktu singkat, termasuk perubahan persepsi terhadap orang-orang yang dikenalnya.

 

ADVERTISEMENT

Keputusan Marko mulai terbentuk sejak akhir pekan Grand Prix Qatar. Pada Kamis sebelum balapan terakhir di Abu Dhabi, ia sudah memutuskan bahwa itu akan menjadi akhir pekannya terakhir bersama tim. Marko, yang berusia 82 tahun, telah berkontribusi besar bagi Red Bull sejak 2005, termasuk mengawasi program junior yang melahirkan talenta seperti Sebastian Vettel dan Max Verstappen.

 

Selain itu, kepergian Marko terjadi setelah perubahan signifikan di tim, seperti pengunduran diri Christian Horner sebagai prinsipal tim pada pertengahan 2025 dan pengangkatannya Laurent Mekies. Marko juga sempat terlibat kontroversi pasca-Grand Prix Qatar terkait komentarnya tentang Kimi Antonelli dari Mercedes.

 

Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa kepergian ini menandai akhir era bagi Red Bull. Program junior tim telah menghasilkan 18 pembalap F1 di bawah pengawasan Marko. Dengan regulasi baru 2026 yang melibatkan power unit sendiri bersama Ford, tim memasuki fase transisi. Max Verstappen, yang finis kedua di klasemen 2025 dengan hanya terpaut dua poin dari Lando Norris, kehilangan sekutu dekatnya.

 

Namun, Marko menekankan bahwa Verstappen sudah tidak lagi membutuhkan siapa pun untuk sukses. Dampak jangka panjang terhadap stabilitas tim dan prospek Verstappen di 2026 menjadi sorotan, terutama dengan tim yang kini dipimpin Oliver Mintzlaff dan Mekies.

 

Ke depan, Red Bull diharapkan fokus pada pembangunan mobil kompetitif untuk era baru. Marko meninggalkan warisan luar biasa, meski dengan nada kritis terhadap narasi resmi kepergiannya.

Kunjungi Sportrik.com untuk berita terkini Formula 1.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU