SPONSORED

Hattrick Crash Aspal, Solberg Bela Diri Usai Dikritik Ogier

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Hattrick Crash Aspal, Solberg Bela Diri Usai Dikritik Ogier TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Pereli muda tim Toyota Gazoo Racing, Oliver Solberg, tengah menjadi pusat perbincangan hangat di internal tim setelah kembali melakukan kesalahan fatal pada leg Sabtu sore di Rally Japan. Berada dalam persaingan ketat memperebutkan kemenangan di posisi kedua overall, Solberg terpaksa menyudahi relinya lebih awal di SS10 setelah bagian belakang mobilnya menghantam tiang pembatas akibat terlambat mengerem di area yang licin dan berlumpur. Insiden ini memicu reaksi dingin dari rekan setimnya yang juga juara dunia delapan kali, Sebastien Ogier, yang secara blak-blakan mengaku tidak terkejut karena menilai Solberg kerap mengambil risiko yang terlalu besar sejak putaran pagi.

Mendengar kritik tajam dari sang senior, Solberg segera memberikan pembelaan diri di hadapan media. Pereli asal Swedia tersebut bersikeras bahwa ia sama sekali tidak mengemudi secara ugal-ugalan atau mengambil risiko di luar batas normal selama jalannya tahapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sensasi kendali di dalam kokpit GR Yaris Rally1 miliknya sebenarnya sangat nyaman sepanjang akhir pekan. Sialnya, kemunculan titik lumpur di zona pengereman yang tidak ia prediksi sebelumnya membuat mobil tergelincir dalam hitungan detik. Menurut Solberg, margin kesalahan di level tertinggi Rally1 memang sangat tipis, dan kegagalannya kali ini murni karena kurangnya pemahaman mendalam terhadap kondisi lintasan yang menjebak.

Kutukan Lintasan Aspal Sepanjang Musim 2026

Terlepas dari pembelaannya, statistik performa Solberg sepanjang musim ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, khususnya saat kejuaraan dunia WRC menapak di lintasan aspal (tarmac). Meskipun membuka musim dengan kemenangan fantastis di Rallye Monte-Carlo, tiga reli aspal berikutnya berakhir dengan catatan hitam pengunduran diri (retirement). Di Kroasia, ia langsung hancur di tahapan pembuka, sementara di Reli Canary Islands, ia membuang peluang podium di depan mata akibat kecelakaan di tahapan penultimate saat sedang bertarung sengit melawan Ogier. Rekam jejak buruk ini mempertegas adanya kelemahan psikologis maupun teknis dalam gaya mengemudi Solberg saat menghadapi karakteristik permukaan aspal.

Solberg Sering Crash, Ogier Minta Si Anak Emas Tahu Diri
Baca JugaSolberg Sering Crash, Ogier Minta Si Anak Emas Tahu Diri

Bahkan jika ditarik lebih luas, Solberg belum pernah sekalipun mencatatkan reli yang benar-benar bersih dari kesalahan musim ini. Saat menang di Monte-Carlo ia sempat keluar jalur, di Swedia ia menabrak tumpukan salju, dan di Portugal ia mengalami pecah ban akibat melebar dalam kecepatan tinggi. Satu-satunya kegagalan yang murni disebabkan oleh kendala teknis hanyalah saat ia berlaga di Safari Rally Kenya. Inkonsistensi akut ini membuat para petinggi skuad pabrikan Noale mulai mempertanyakan apakah sang pembalap muda memiliki kematangan mental yang cukup untuk bersaing memperebutkan titel juara dunia jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Sambut Positif Rentetan Reli Kerikil Menuju Akhir Musim

Meskipun sedang dirundung kekecewaan mendalam akibat hattrick kecelakaan di lintasan aspal, Solberg menolak untuk kehilangan rasa percaya diri atas kemampuan murninya. Ia menegaskan bahwa kecepatan alaminya terbukti sangat kompetitif karena mampu mengimbangi ritme dua pereli terbaik di dunia saat ini. Sisi positifnya, kegagalan beruntun ini justru memberikan keuntungan strategis tersendiri bagi Solberg untuk menatap sisa kalender kejuaraan dunia ke depan.

Mulai seri berikutnya, seluruh sisa kompetisi WRC musim ini akan digelar sepenuhnya di atas lintasan kerikil (gravel), yang merupakan spesialisasi utama dari gaya mengemudi agresif Solberg. Dengan posisi klasemen yang merosot, ia dipastikan akan mendapatkan posisi start yang sangat menguntungkan di barisan belakang pada hari pertama reli gravel mendatang, di mana ia tidak perlu bertugas "menyapu" lapisan kerikil steril di lintasan. Solberg optimis bahwa segala kemungkinan masih terbuka lebar dan ia bertekad memanfaatkan keunggulan posisi start tersebut untuk melakukan aksi balas dendam total demi membungkam segala kritik di internal tim.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU