Pembalap Toyota, Elfyn Evans, mengakhiri hari pertama Rally Jepang dengan posisi teratas setelah menyelesaikan stage penutup Inabu sepanjang 17 kilometer. Evans berhasil menjaga keunggulan yang nyaman atas para rivalnya, meskipun ia tidak mencatatkan waktu tercepat pada stage terakhir tersebut.
Secara teknis, Evans mengakui bahwa faktor utama di balik kecepatan konsistennya adalah road position atau urutan start. Pada lintasan aspal yang lembap, pembalap yang start lebih awal mendapatkan keuntungan berupa permukaan jalan yang lebih bersih dari akumulasi kotoran. Hal ini memungkinkan Evans untuk menjaga ritme mengemudi yang stabil dan efisien, sementara pembalap yang start belakangan harus menghadapi grip yang jauh lebih rendah.
Sami Pajari menjadi pembalap tercepat di stage Inabu, mengungguli Oliver Solberg dengan selisih 2,4 detik. Sami Pajari menunjukkan performa impresif dalam mengelola traksi pada kondisi lintasan yang mengering. Sementara itu, Sébastien Ogier finis tepat di belakang Pajari dengan selisih hanya 0,4 detik, mempertegas dominasi teknis skuad Toyota di hari pertama.

Oliver Solberg juga memberikan tekanan bagi Evans dengan mencatatkan waktu yang lebih cepat dari sang pemimpin lomba di stage terakhir, sehingga berhasil memangkas jarak keunggulan Evans sebanyak 0,5 detik. Meskipun Solberg sempat melakukan kesalahan teknis saat pengereman yang membuatnya melebar, ia mampu memulihkan kecepatan tanpa kehilangan waktu yang signifikan, menunjukkan stabilitas kendaraan yang baik.
Kondisi yang jauh lebih buruk dialami oleh Hyundai, di mana Thierry Neuville harus puas finis 5,6 detik di belakang pemimpin stage. Neuville mengungkapkan frustrasinya terhadap masalah konsistensi ban, di mana mobilnya terasa jauh lebih terprediksi saat menggunakan ban soft, namun kehilangan keseimbangan total begitu beralih ke ban kompon hard. Masalah ini menjadi kendala utama Hyundai dalam mengejar ketertinggalan dari Toyota.
Ketidakmampuan Hyundai dalam mengoptimalkan performa ban hard mengindikasikan adanya ketidakcocokan antara setup sasis dengan karakteristik permukaan aspal Jepang saat ini. Sementara Toyota mampu mengelola transisi grip dengan sangat baik, Hyundai terjebak dalam masalah stabilitas yang membuat Neuville tidak mampu mendorong mobil hingga limit maksimalnya.
Rally Jepang akan berlanjut pada hari Sabtu dengan agenda delapan Special Stage. Fokus utama bagi Evans adalah mempertahankan road position dan ritme balap, sementara bagi tim Hyundai, penyesuaian setup untuk mengatasi masalah konsistensi ban hard menjadi prioritas mutlak jika ingin kembali kompetitif sebelum balapan berakhir pada hari Minggu.












Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!