Atmosfer di Autodromo Jose Carlos Pace selalu menyuguhkan tensi tinggi, dan sesi latihan bebas kedua (FP2) GP Brasil 2026 tidak terkecuali. Di bawah langit Interlagos yang menantang, Red Bull Racing terpaksa menghentikan program simulasi balap mereka lebih awal setelah Max Verstappen terlihat keluar dari kokpit RB22 saat sesi masih menyisakan beberapa menit krusial. Keputusan ini mengejutkan paddock, terutama saat tim-tim rival terus mengumpulkan data berharga di lintasan anti-searah jarum jam yang legendaris ini.
Meskipun Max Verstappen berhasil mengamankan waktu tercepat ketiga dalam simulasi kualifikasi—di belakang Kimi Antonelli dan Lando Norris—performa mobilnya merosot tajam saat membawa beban bahan bakar tinggi. Ketidakkonsistenan pada simulasi long run membuat tim mengambil langkah drastis. Hannah Schmitz, petinggi strategi Red Bull, menjelaskan bahwa melanjutkan sesi tersebut dianggap tidak lagi memberikan manfaat bagi pengembangan data tim menuju balapan utama hari Minggu.
"Kami hanya menemukan banyak ketidakkonsistenan dalam simulasi balap (long run), dan kami merasa itu tidak lagi membantu. Kami tidak mendapatkan data yang kami butuhkan. Kami sudah tahu hal-hal apa yang ingin kami periksa dan ubah dalam semalam, jadi kami langsung fokus pada hal tersebut," ungkap Schmitz mengenai alasan di balik berhentinya Verstappen secara prematur.

Situasi di garasi tim asal Milton Keynes tersebut semakin memanas setelah Kimi Antonelli dari Mercedes mendominasi puncak catatan waktu. Sementara Verstappen berjuang dengan sistem kemudi (steering), rekan setimnya, Isack Hadjar, juga menyuarakan keluhan serupa. Hadjar, yang sebelumnya terlibat insiden di Meksiko, tampak masih beradaptasi dengan karakter RB22 yang sulit dijinakkan di tikungan-tikungan teknis Interlagos.
Menariknya, Schmitz justru melihat rentetan keluhan dari kedua pembalapnya sebagai sinyal positif. Baginya, mengetahui kelemahan mobil secara spesifik adalah langkah awal untuk melakukan perbaikan besar sebelum sesi kualifikasi dan balapan utama. "Semua orang setuju bahwa ada banyak potensi di dalam mobil ini. Bagi kedua pembalap, ada hal-hal yang ingin mereka teliti dan ubah semalam, tetapi dalam satu sisi, itu adalah hal yang baik. Itu berarti kami tahu apa yang terjadi pada mobil dan apa yang bisa kami tangani," tambahnya dengan nada optimis.
Tantangan teknis ini datang di saat yang krusial bagi Verstappen yang tengah membidik posisi runner-up klasemen. Dengan degradasi ban yang tinggi di aspal Interlagos dan hembusan angin yang tidak menentu, kegagalan mengumpulkan data long run yang solid bisa menjadi bumerang bagi Red Bull. Tim kini harus bekerja ekstra keras di ruang simulasi untuk memastikan RB22 tidak hanya cepat dalam satu putaran, tetapi juga stabil saat balapan panjang di hari Minggu nanti.
Aksi di Interlagos dipastikan akan semakin sengit seiring dengan upaya Red Bull mengejar ketertinggalan dari Mercedes dan McLaren. Fans Formula 1 di seluruh dunia kini menantikan apakah perubahan set-up radikal yang dilakukan semalam mampu mengembalikan dominasi sang juara dunia bertahan, atau justru membuat mereka semakin tertinggal dalam persaingan di papan atas.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!